Pekanbaru, PilarbangsaNews
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Madani Pekanbaru saat ini telah menerima Wakaf Al-Qur’an sebanyak 150 eksemplar diserahkan secara bertahap oleh salah satu pemberi bantuan yakni dari Kurnia Wakaf Al-Qur’an.
Pada tahap awal tepat pada tanggal 13 Maret 2025 lalu Kurnia Wakaf Al-Qur’an telah memberikan bantuan sebanyak 98 Al-Qur’an dan dilanjutkan pada hari ini Kamis, 17 April 2025 sebanyak 52 Al-Qur’an yang diterima oleh SMPN Madani Pekanbaru.
Dalam pertemuan tersebut turut dihadiri oleh seluruh guru, komite sekolah, serta orang tua siswa, yang prosesi penyerahan Al-Qur’an diberikan langsung dari tangan para orang tua, guru, dan pimpinan sekolah kepada para peserta didik.
Kepala SMP Negeri Madani Pekanbaru H.Abdurrahman S.Pd menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas wakaf Al-Qur’an tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan yang diberikan oleh Kurnia Wakaf Al-Qur’an. Ini bukan sekadar pemberian buku, tetapi pemberian cahaya, harapan, dan ladang pahala yang terus mengalir bagi para pewakaf,” ujarnya.
Di sekolah ini menurut Abdurrahman, Al-Qur’an bukan sekadar bahan bacaan akan tetapi sebagai sahabat harian bagi seluruh siswa-siswi.
Dengan program unggulan tahfidzul Qur’an, para siswa terbiasa menyetorkan hafalan setiap pagi, bahkan menjadikan Al-Qur’an sebagai teman sejati yang selalu menemani waktu luang mereka, dari selepas shalat Subuh hingga sebelum tidur.
“Al-Qur’an itu bagi anak-anak kami sudah menjadi bagian dari hidup mereka. Setiap hari mereka membaca, menghafal, dan menghayati isinya. Jadi meskipun mereka punya Al-Qur’an pribadi, kebutuhan akan mushaf baru tetap ada, karena intensitas penggunaannya sangat tinggi,” tambah kepala sekolah.
Kegiatan tahfidz dilakukan rutin setiap hari, dimulai sejak pagi pukul 07.30 WIB hingga 10.00 WIB, dan berlanjut setelah salat Isya hingga pukul 21.30 WIB.
Hal ini adalah bagian dari komitmen sekolah dalam membina generasi Qur’ani, anak-anak yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam iman dan akhlak.
“Pemberian wakaf ini diharapkan menjadi inspirasi bagi pihak-pihak lain untuk ikut ambil bagian dalam mendukung pendidikan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an,” ujar Abdurrahman.
“Sebab, dalam setiap lembar mushaf yang dibuka, ada peluang pahala yang terbuka. Dan dalam setiap hafalan yang tersimpan, ada harapan masa depan yang lebih bercahaya,” tutupnya. (Mirza)









