Pekanbaru, PilarbangsaNews
Wali Kota Pekanbaru, H. Agung Nugroho S.E., M.M., didampingi Ketua TP PKK kota Pekanbaru Hj. Sulastri Agung, S.Sos., M.H., meresmikan Gedung Sekolah Luar Biasa (SLB) Santa Lusia Rumbai – Pekanbaru pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Dalam sambutannya, Wali Kota Pekanbaru menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Yayasan Santa Lusia yang telah berperan aktif memperhatikan pendidikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus dengan membangun Sekolah Luar Biasa.
“Kami pemerintah kota Pekanbaru sangat berterimakasih sekali, karena keberadaan SLB Santa Lusia ini merupakan wujud nyata kepedulian dan dedikasi yang luar biasa dalam memberikan layanan pendidikan yang layak, aman, dan nyaman bagi anak-anak kita ini,” sebut Agung Nugroho.
Menurut Wali Kota Pekanbaru, anak berkebutuhan khusus tentunya memiliki bakat, potensi dan keunikan yang luar biasa, maka demikian tugas kita bersama memberikan ruang kesempatan serta pendampingan agar mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan berdaya saing.
“Saya berharap SLB Santa Lusia ini dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikannya, menciptakan ruang belajar yang ramah anak serta menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya dalam mengembangkan pendidikan khusus dan inklusif,” tutup Agung Nugroho.
Uskup Padang, Mgr. Vitus Rubianto Solichin, menegaskan bahwa keberadaan SLB Santa Lusia ini lahir dari kepedulian, profesionalitas, dan dukungan banyak pihak yang penuh memikirkan anak-anak berkebutuhan khusus.
Menurutnya, perencanaan pembangunan fasilitas permanen mulai dilakukan pada 2019, melalui pembentukan panitia khusus. Pada 2023, para suster sudah memiliki rumah sendiri sekaligus menjadi tempat tinggal dan penampungan sementara bagi anak-anak yang didampingi.
“Dalam dua tahun bangunan ini bisa selesai. Itu artinya berarti begitu banyak orang mendukung karya ini. Kami sungguh bersyukur,” kata Uskup Vitus.
“Operasional pembangunan selama ini didukung secara gotong royong. Selain kontribusi orang tua, bantuan juga datang dari komunitas dan lembaga sejenis di Medan dan Bekasi,” imbuhnya.
Untuk diketahui, selain pendidikan formal setingkat SMP, anak-anak juga dibekali latihan keterampilan, kemandirian, dan keseimbangan motorik. Fasilitas pendukung akan terus dikembangkan, termasuk area latihan khusus di sekitar rumah suster.
“Kami tidak bisa membalas kebaikan Bapak dan Ibu semua. Tuhan sendiri yang akan membalasnya. Pahala membantu keluarga yang hampir kehilangan harapan itu sangatlah besar. Kita membantu agar mereka merasakan kasih, merasa dihargai, dan dimanusiakan sepenuhnya,” tutup Uskup Vitus. (Mirza)










