Pesisir Selatan, PilarbangsaNews
Pasca demo dengan Pemkab Pesisir Selatan soal bangunan berbentuk klenteng di Pulau Cubadak, DPD Pemuda Peduli Nagari Indonesia (PPNI) Sumbar segera bergerak cepat mengawal kesepakatan dengan Pemkab tersebut. Tanggal 28 April 2026, PPNI Sumbar melayangkan surat ke DPRD Pessel meminta waktu untuk audensi.
“Dalam demo hari Senin 27 April 2026 telah disepakati poin-poin perubahan dari bangunan rumah ibadah klenteng di Pulau Cubadak menjadi kantor pribadi. Menindaklanjuti ini kami ingin beraudensi dengan DPRD,” tulis Ketua Umum DPD PPNI M. Rafi Ariansyah, SAP.,MAP.
Masih dalam surat itu, DPD PPNI Sumbar menyebutkan bahwa permintaan audensi ini dilakukan bersama-sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pesisir Selatan, Aliansi Peduli Masyarakat Nagari dan Lawyer.
PWI yang namanya dicatut dalam surat permohonan audensi itu, langsung meradang. Kehebohan itu menjadi polemik di internal PWI Kabupaten Pesisir Selatan dalam group Whatshap PWI Pessel.
Kepala Bidang Informasi dan Pendidikan PWI Kabupaten Pesisir Selatan Rega Desfinal menolak keras nama PWI Pessel dibawa-bawa dalam surat permohonan audensi DPD PPNI Sumbar itu.
Ditegaskan Rega, terkait nama PWI Kabupaten Pesisir Selatan dicatut dalam surat audensi tersebut tidak pernah dibicarakan dan tidak pernah PWI Pessel memberikan persetujuan.
“Jika pun ada wartawan anggota PWI Pessel ingin ikut dalam audensi, silahkan saja secara pribadi, kita tidak melarang ataupun mengintervensi. Jangan ada wartawan yang mengantasnamakan organisasi PWI Kabupaten Pesisir Selatan meminta audensi tersebut,” terang Rega Desfinal, di Painan, Rabu (29/4/2026).
Ia mengatakan, kondisi ini telah dibahas bersama seluruh pengurus PWI Kabupaten Pesisir Selatan melalui group Whatshapp, termasuk dengan mereka yang mengatasnamakan PWI Kabupaten Pesisir Selatan serta telah dilaporkan kepada Pengurus PWI Suamatera Barat.
“Kita tidak menyalahkan siapa-siapa. Namun, kenapa keputusan tersebut dilakukan secara sepihak tanpa koordinasi dan komunikasi dengan pengurus yang lain. Saya sangat menyayangkan hal itu,” ucap Rega Desfinal tanpa menjelaskan secara terbuka nama wartawan yang melibatkan PWI Kabupaten Pesisir Selatan dalam kegiatan PPNI itu. (ori)













