Web Hosting
Web Hosting
Artikel

Penerapan Teknologi Granulasi Kompos Berbasis Bahan Lokal Meningkatkan Kinerja Usaha Kelompok Tani Minang Saiyo

245
×

Penerapan Teknologi Granulasi Kompos Berbasis Bahan Lokal Meningkatkan Kinerja Usaha Kelompok Tani Minang Saiyo

Sebarkan artikel ini

Oleh : Meisilva Erona S. S.P., M.Si (Dosen Departemen Agronomi, Fakultas Pertanian Universitas Andalas)

Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Unand melaksanakan kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) bersama Kelompok Tani Minang Saiyo di Jorong Kajai, Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, awal Desember 2025 ini.

 

 

Kegiatan PKM yang dilakukan adalah penerapan teknologi granulasi kompos berbasis bahan lokal, yaitu kotoran sapi dan hijauan. Jika selama ini pupuk kompos berupa partikel serbuk dirubah menjadi butiran (granul) dengan teknologi yang sederhana.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Batch 3 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendikbudristek Tahun Anggaran 2025 dengan Nomor Kontrak: 27G/C3/DT.05.00/PM.Batch III/2025.

 

Kegiatan pendampingan pada Kelompok Tani Minang Saiyo di tempat pembuatan pupuk kompos granular dan di kebun sayuran

 

Program ini difokuskan pada peningkatan nilai tambah limbah ternak melalui produksi pupuk organik butiran (granular) yang lebih efisien, mudah diaplikasikan, serta memiliki daya simpan lebih lama.

 

Pelaksanaan kegiatan PKM ini dilakukan melalui delapan kali kunjungan lapangan dengan melibatkan narasumber dari kalangan praktisi yang mendemonstrasikan penggunaan alat granulator secara langsung kepada kelompok tani.

 

Selain pendampingan teknis, Tim Pengabdian juga memberikan pendampingan manajemen keuangan digital berbasis Excel, pengemasan dan pelabelan produk, serta promosi melalui media sosial. Pendekatan ini bertujuan memperkuat tata kelola usaha dan memperluas jangkauan pemasaran produk pupuk organik granular.

 

Meisilva Erona S. S.P., M.Si (Dosen Departemen Agronomi, Fakultas Pertanian Universitas Andalas)

 

Pupuk organik granular buatan Keltan Minang Saiyo Jorong Kajai Koto Baru ini bisa digunakan untuk semua jenis tanaman, baik padi atau pun sayur-sayuran dan juga tanaman perkebunan. Di Keltan Minang Saiyo dicobakan pada tanaman padi, kacang panjang dan buncis.

 

Hasil kegiatan menunjukkan dampak nyata berupa peningkatan kinerja usaha Kelompok Tani Minang Saiyo, yang ditandai dengan kenaikan pendapatan sekitar 25 persen dibandingkan sebelum pelaksanaan program.

 

Produk kompos granular yang dihasilkan memiliki bentuk lebih menarik, bernilai jual lebih tinggi, dan diminati petani hortikultura di wilayah sekitar.

 

Diskusi dan pembahasan Tim dosen dan mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Unand dengan Kelompok Tani Minang Saiyo Jorong Kajai Koto Baru

 

Melalui kegiatan ini, Kelompok Tani Minang Saiyo diharapkan dapat menjadi percontohan penerapan pertanian sirkular dan pertanian berkelanjutan di Sumatera Barat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan. (*)