Web Hosting
Web Hosting
Berita

Pelatihan Diklat Dasar SAR Angkatan CVII–CIX Resmi Dibuka

320
×

Pelatihan Diklat Dasar SAR Angkatan CVII–CIX Resmi Dibuka

Sebarkan artikel ini

Padang, PilarbangsaNews 

 

 

Komitmen Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia kembali ditunjukkan melalui pembukaan resmi Pelatihan Dasar Pencarian dan Pertolongan (Diklat Dasar SAR) untuk Angkatan CVII, CVIII, dan CIX, yang digelar oleh Balai Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan.

 

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan personel SAR yang profesional, berintegritas, dan militan, selaras dengan tugas pokok dan fungsi Basarnas sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan di tanah air.

 

Acara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat, dihadiri oleh para Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan dari Medan, Padang, Bengkulu, Jambi, Aceh, dan Pekanbaru, serta seluruh peserta pelatihan dari berbagai daerah.

 

Mewakili Kepala Balai, Budi Cahyadi selaku Ketua Pelaksana menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelatihan ini. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pelatihan dasar ini sebagai pembinaan awal yang wajib diikuti oleh seluruh pegawai Basarnas.

 

“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Hari ini kita diberikan kesempatan untuk berkumpul dalam semangat yang sama, yaitu membentuk insan SAR yang siap menjalankan tugas penuh risiko demi menyelamatkan nyawa manusia yang membangun pondasi kuat untuk tugas mulia,” ujar Budi.

 

Kepala Kantor SAR Pekanbaru ini juga menyampaikan apresiasi kepada para kepala kantor wilayah lainnya atas kolaborasi dan dukungan aktif mereka dalam menyukseskan program ini.

 

Untuk diketahui, pelatihan ini akan berlangsung selama 22 hari, mulai 14 Oktober hingga 4 November 2025, menggunakan pendekatan Pembelajaran Orang Dewasa (POD) yang menekankan pengalaman, refleksi, dan praktik langsung di lapangan.

 

Adapun materi pelatihan dikemas secara komprehensif, meliputi Kompetensi Penunjang: Kepemimpinan Diri, Kesehatan Mental, dan Visit.

 

Kompetensi Inti: High Angle Rescue Technique (HART), Medical First Responder (MFR), Water Rescue, dan Jungle Rescue.

 

“Serta Kesamaptaan Fisik, untuk memastikan kebugaran dan daya tahan peserta selama bertugas di medan sebenarnya,” tambah Budi.

 

Terakhir, Budi Cahyadi berpesan kepada seluruh peserta untuk mengikuti setiap proses pelatihan dengan disiplin tinggi. Ia menekankan bahwa keberhasilan misi SAR bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga soal mentalitas dan dedikasi terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

 

“Ikuti semua petunjuk narasumber, instruktur, dan mentor dengan sungguh-sungguh. Utamakan keselamatan dalam setiap praktik. Jadikan pelatihan ini sebagai bekal utama dalam menghadapi realitas medan SAR yang penuh tantangan,” tegas Budi.

 

Ia juga mengingatkan para instruktur, mentor, tim medis, dan panitia untuk menjaga profesionalisme dan menjalankan tugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), tanpa kompromi.

 

“Jaga nama baik Basarnas. Jangan lakukan tindakan yang mencoreng integritas institusi selama pelatihan berlangsung,” tutupnya.

 

Mengasah Jiwa Ksatria di Balik Seragam Oranye, Diklat Dasar SAR bukan sekadar agenda pelatihan, melainkan proses pembentukan karakter dan jiwa ksatria penyelamat. Para peserta tidak hanya dituntut kuat secara fisik, tetapi juga tangguh secara mental dan nurani.

 

Dengan terselenggaranya pelatihan ini, Basarnas meneguhkan kembali komitmennya sebagai institusi negara yang siaga sepanjang masa serta menolong yang tidak dikenal, menyelamatkan tanpa pamrih, dan hadir di saat genting demi satu nyawa manusia. (Mirza)