Padang, PilarbangsaNews
MAN 2 Padang menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lapangan madrasah, Senin, (17/8/2026). Upacara berlangsung khidmat dan tertib sejak pukul 07.33 WIB.
Kepala MAN 2 Padang, Ahmad Asdi, bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan itu diikuti jajaran pimpinan madrasah, guru, pegawai, serta seluruh siswa.
Komandan upacara dipercayakan kepada Baariq Arkhansyah (X.E 10), anggota Pramuka. Sementara tugas sebagai pembawa baki Merah Putih diemban oleh Syakila Aurora (XI FS 5) dari Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).
Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran bendera, dilanjutkan mengheningkan cipta, pembacaan teks Proklamasi, serta pembacaan Undang-Undang Dasar 1945.
Dalam amanatnya, Ahmad Asdi membacakan pidato Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar. Dalam amanat tersebut, Menteri Agama menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia lahir melalui perjuangan dan pengorbanan para pendahulu bangsa.
“Hari ini kita peringati 81 tahun Indonesia merdeka. Kemerdekaan bukan hadiah. Ia lahir dari perjuangan, pengorbanan, darah, air mata, dan doa para pendahulu kita,” kata Ahmad Asdi saat membacakan amanat Menag.
Menag juga mengajak seluruh elemen bangsa menjaga kerukunan sebagai modal utama pembangunan. Menurut dia, keberagaman yang dimiliki Indonesia harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan, bukan sumber perpecahan.
“Jangan biarkan perbedaan jadi alasan bermusuhan. Jangan biarkan agama jadi alasan saling menjauh. Jadikan agama dan nilai-nilainya sebagai jalan untuk saling menguatkan dan memberikan makna kehidupan,” ujarnya.
Selain mendorong pendidikan yang membentuk karakter melalui Kurikulum Berbasis Cinta dan program Ekoteologi, Menag juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai kemanusiaan di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI).
“AI boleh semakin cerdas, tapi manusia harus tetap bijaksana. Teknologi boleh semakin maju, tapi akhlak tidak boleh tertinggal,” demikian kutipan amanat yang dibacakan Ahmad Asdi.
Upacara ditutup dengan penampilan paduan suara binaan guru ekonomi Lindawati yang membawakan lagu-lagu wajib nasional. Kegiatan kemudian diakhiri dengan pembacaan doa.
Pantauan di lokasi, seluruh peserta mengikuti jalannya upacara dengan tertib hingga selesai. Barisan siswa, guru, pegawai, hingga pimpinan madrasah tampak berdiri rapi dan khusyuk selama prosesi berlangsung. (Arul)















