Tanah Datar, PilarbangsaNews
PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Balerong Bunta memasuki usia ke-39 tahun pada 2026. Perjalanan panjang lembaga keuangan yang berakar dari masyarakat Nagari Rao-Rao ini menjadi bagian dari dinamika pertumbuhan ekonomi masyarakat, sekaligus menunjukkan proses transformasi dari lembaga keuangan nagari menjadi bank syariah.
Perjalanan Balerong Bunta bermula pada 2 September 1987, ketika Lumbung Pitih Nagari (LPN) Balerong Bunta Rao Rao didirikan sebagai lembaga keuangan masyarakat nagari.
Kehadiran LPN tersebut dilandasi semangat untuk memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus membuka akses pembiayaan bagi masyarakat Rao-Rao. Dari lembaga yang tumbuh di tengah masyarakat nagari, Balerong Bunta kemudian berkembang mengikuti perubahan regulasi dan dinamika industri perbankan.
Transformasi pertama terjadi ketika LPN Balerong Bunta berubah menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Perubahan tersebut ditandai dengan keluarnya SK Menteri Keuangan Nomor KEP-454/KM.13/1990 tanggal 25 Oktober 1990, yang kemudian diikuti dengan peresmian pada 31 Oktober 1990.
Perjalanan Balerong Bunta terus berkembang. Pada 2016, perusahaan memasuki tahap penguatan permodalan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas usaha dan memenuhi ketentuan permodalan perbankan. Penguatan tersebut turut melibatkan para pemegang saham, termasuk masyarakat yang memiliki keterikatan dengan Rao-Rao.
Selanjutnya, pada 2019, Balerong Bunta kembali melakukan penguatan kelembagaan dengan mengubah status badan hukumnya menjadi PT BPR Balerong Bunta. Langkah tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan perusahaan dalam menghadapi dinamika dan tuntutan industri perbankan.
Memasuki 2021, transformasi berlanjut melalui penguatan di bidang teknologi digital. Balerong Bunta mulai mengembangkan Core Banking System serta memanfaatkan sistem berbasis Android untuk mendukung transaksi penghimpunan dana dan pembayaran angsuran.
Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi salah satu langkah perusahaan untuk meningkatkan efektivitas operasional sekaligus memberikan pelayanan yang semakin mudah dan sesuai dengan perkembangan kebutuhan nasabah.
Kehadiran Semakin Dirasakan Masyarakat
Seiring perjalanan dan perkembangan usaha, kehadiran Balerong Bunta juga semakin dirasakan oleh masyarakat di luar Nagari Rao-Rao.
Jika pada awal berdirinya Balerong Bunta hadir sebagai lembaga keuangan masyarakat Nagari Rao-Rao, kini layanan dan keberadaannya telah menyebar ke sejumlah nagari di beberapa kecamatan di Kabupaten Tanah Datar.
Kehadiran tersebut mencakup masyarakat di Kecamatan Sungai Tarab, Kecamatan Sungayang, Kecamatan Lima Kaum, dan Kecamatan Salimpaung, serta wilayah lainnya yang menjadi bagian dari perkembangan layanan Balerong Bunta.
Perluasan jangkauan tersebut menunjukkan bahwa Balerong Bunta tidak hanya tumbuh sebagai lembaga keuangan yang memiliki akar kuat di Rao-Rao, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah di Tanah Datar.
Bagi masyarakat, kehadiran Balerong Bunta memberikan akses terhadap layanan perbankan dan pembiayaan yang semakin dekat dengan kebutuhan mereka. Hal ini sekaligus memperkuat peran Balerong Bunta sebagai lembaga keuangan yang tumbuh bersama masyarakat dan berupaya hadir di tengah aktivitas ekonomi masyarakat nagari.
Bertransformasi Menjadi BPR Syariah
Babak penting dalam perjalanan Balerong Bunta terjadi pada 2023. Otoritas Jasa Keuangan menyetujui perubahan kegiatan usaha dari PT BPR Balerong Bunta menjadi PT BPR Syariah Balerong Bunta.
Izin operasional berdasarkan prinsip syariah mulai berlaku pada 2 Oktober 2023, kemudian dilanjutkan dengan peluncuran BPR Syariah Balerong Bunta pada 16 Oktober 2023.
Transformasi tersebut membawa semangat baru bagi Balerong Bunta untuk menghadirkan layanan keuangan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan usaha, tetapi juga mengedepankan prinsip syariah, amanah, transparansi, dan kemanfaatan bagi masyarakat.
Komitmen Bersama dan Dukungan Perantau
Komisaris PT BPR Syariah Balerong Bunta, Ir. H. Syaiful Zein, mengatakan perjalanan panjang Balerong Bunta selama 39 tahun tidak terlepas dari komitmen dan kebersamaan seluruh jajaran perusahaan, baik direksi maupun karyawan.
Menurutnya, dukungan masyarakat serta para perantau Nagari Rao-Rao juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan dan perkembangan Balerong Bunta dari waktu ke waktu.
“Perjalanan 39 tahun Balerong Bunta tentu tidak terlepas dari komitmen dan kebersamaan seluruh jajaran, baik direksi maupun karyawan. Dukungan dari masyarakat dan para perantau Nagari Rao-Rao juga menjadi bagian penting dalam perjalanan dan perkembangan Balerong Bunta hingga saat ini,” ujar Syaiful Zein.
Ia mengatakan, para perantau Rao-Rao yang tersebar di berbagai daerah tetap memiliki perhatian terhadap perkembangan Balerong Bunta. Semangat kebersamaan tersebut menjadi salah satu kekuatan yang terus dijaga dalam perjalanan perusahaan.
“Balerong Bunta lahir dari masyarakat Rao-Rao. Karena itu, semangat kebersamaan dengan masyarakat, termasuk para perantau, harus terus dipelihara. Ke depan, kami ingin Balerong Bunta semakin memberikan manfaat dan pelayanan yang baik bagi masyarakat,” katanya.
Haru dan Bangga Melihat Perjalanan Balerong Bunta
Sementara itu, Dr. Cyril Noerhadi, MBA, selaku pemegang saham yang baru masuk di BPR Syariah Balerong Bunta mengungkapkan rasa haru dan bangga melihat perjalanan panjang Balerong Bunta yang mampu bertahan dan terus berkembang hingga saat ini.
Menurutnya, perjalanan dari sebuah lembaga keuangan masyarakat hingga menjadi BPR Syariah merupakan proses panjang yang tidak terlepas dari kerja keras dan komitmen berbagai pihak.
“Sebagai bagian dari perjalanan Balerong Bunta, tentu ada rasa haru dan bangga melihat bagaimana lembaga ini telah melewati perjalanan yang panjang. Dari awal berdiri hingga saat ini, Balerong Bunta tetap eksis dan terus membuka ruang untuk ikut menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Cyril.
Ia berharap keberadaan Balerong Bunta ke depan dapat terus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, keberlanjutan perusahaan harus berjalan seiring dengan kemampuannya untuk memberikan pelayanan yang baik dan membuka akses pembiayaan bagi masyarakat.
“Harapannya, Balerong Bunta dapat terus tumbuh, tetap dekat dengan masyarakat, dan menjadi bagian dari upaya menggerakkan perekonomian masyarakat. Semangat awal ketika lembaga ini didirikan harus tetap dijaga, meskipun tantangan dan zaman terus berubah,” katanya.
Di tengah berbagai perubahan kelembagaan tersebut, karakter Balerong Bunta sebagai lembaga keuangan yang tumbuh dari masyarakat tetap menjadi bagian penting dari identitas perusahaan.
Mayoritas pemegang saham merupakan warga Rao-Rao, baik yang masih berdomisili di kampung maupun yang telah berkembang dan menetap di berbagai kota. Kondisi tersebut menggambarkan adanya keterikatan masyarakat Rao-Rao terhadap keberadaan dan perkembangan Balerong Bunta.
Karena itu, perjalanan Balerong Bunta tidak sekadar mencatat perubahan bentuk kelembagaan dari Lumbung Pitih Nagari menjadi BPR dan selanjutnya BPR Syariah. Lebih dari itu, perjalanan tersebut merupakan bagian dari proses kebersamaan antara perusahaan, pemegang saham, nasabah, masyarakat, serta para perantau Rao-Rao.
Memasuki Usia Ke-39 Tahun
Pada 2026, PT BPR Syariah Balerong Bunta memasuki usia ke-39 tahun. Setelah melewati perjalanan panjang sejak 1987, perusahaan terus membawa komitmen untuk berkembang sekaligus memberikan layanan keuangan syariah yang semakin baik kepada masyarakat.
Milad ke-39 menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sekaligus menatap masa depan. Penguatan pelayanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan produk dan layanan sesuai kebutuhan masyarakat menjadi bagian dari arah pengembangan Balerong Bunta.
Dari sebuah Lumbung Pitih Nagari di Rao-Rao, Balerong Bunta kini tumbuh menjadi BPR Syariah yang kehadirannya dirasakan masyarakat di berbagai nagari dan kecamatan di Tanah Datar. (Putra)

















