Pesisir Selatan, PilarbangsaNews
Koperasi Produsen Serba Usaha (KPSU) Cipta Mandiri Inderapura di Kec. Pancung Soal, Kab. Pesisir Selatan, menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada Sabtu (23/5/2026) di Kafe Alibis, Inderapura. Ini merupakan koperasi sawit pertama di Pessel yang melaksanakan RAT pada tahun 2026.
RAT ini dibuka oleh Kadis Koperasi UKM Tenaga Kerja Pesisir Selatan Syamwil, S.TP.,MM., dihadiri Kadis Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Ronald Bernando, S.IP.,MM., Ketua KPSU Cipta Mandiri Inderapura Drs. Syafrizal Ucok, MM. Dt. Nan Batuah, Ketua BP Ir. Indra Syarif, Camat Pancung Soal, Kapolsek Pancung Soal AKP Hendra, Danramil Pancung Soal, Wali Nagari Inderapura, PT Incasi Raya, Bank Nagari Cabang Tapan, Ketua KAN dan Anggota KPSU Cipta Mandiri Inderapura.
Menurut Syamwil, koperasi yang sehat itu dinilai melalui tiga pilar utama, yaitu organisasi, usaha dan keuangan. Dari segi organisasi maka koperasi wajib melakukan RAT setiap tahun untuk mengesahkan laporan keuangan pengurus dan menyetujui rencana kerja setahun kedepan.
“Saya mendapat laporan bahwa KPSU Cipta Mandiri Inderapura ini sejak lima tahun terakhir selalu rutin melaksanakan RAT, ini tanda-tanda koperasinya sehat secara organisasi. Mudah-mudahan usahanya, yaitu perkebunan kelapa sawit, dapat terus maju dan berkembang,” kata Syamwil, S.STP., yang baru sebulan dilantik menjadi Kadis Koperasi UKM Tenaga Kerja Pesisir Selatan.
Dari data Dinas Koperasi Pesisir Selatan, dari 300-an koperasi yang ada, maka RAT KPSU Cipta Mandiri Inderapura adalah yang ke-32. Namun dari 15 koperasi sawit yang ada di Pesisir Selatan maka KPSU Cipta Mandiri Inderapura adalah yang pertama mengadakan RAT.

Ketua Badan Pengawas KPSU Cipta Mandiri Inderapura sedang menyampaikan tanggapan atas RAT Koperasi tahun 2026
Sementara Ketua KPSU Cipta Mandiri Inderapura Syafrizal Ucok Dt. Nan Batuah dalam pembukaan RAT mengatakan, bahwa koperasi mengelola kebun kelapa sawit seluas 350 hektar di Panambam, Nagari Inderapura. Namun karena bencana alam banjir, hanya 150 hektar kebun yang selamat dan berbuah hingga kini.
Oleh karena itu, kata Syafrizal Ucok, koperasi terus berupaya menggarap 200 hektar lahan yang tersisa dengan membuka dan membuatkan parit gajah. Kini sedang diupayakan penanaman kembali sawit dengan sistem tapak timbun (tapak gajah) untuk mengantisipasi terjadinya banjir yang sering terjadi akibat meluapnya Batang Panambam.
“Koperasi sedang mengupayakan bantuan bibit kelapa sawit sebanyak 26 ribu batang dari mitra kita yaitu PT Incasi Raya, yang rencanya akan diberikan secara bertahap. Jika lahan 200 hektar berhasil ditanami, diharapkan hasilnya kedepan akan menambah pendapatan anggota koperasi,” kata Syafrizal Ucok, mantan Wabup Pessel periode 2005-2010 ini.
KPSU Cipta Mandiri Inderapura sangat mengharapkan bantuan Pemerintah Provinsi Sumbar dan Kementerian PUPR adanya pembangunan normalisasi Batang Panambam, sehingga bisa menyelamatkan areal seluas 3.000 hektar berupa kebun sawit dan ladang masyarakat Pancung Soal, termasuk kebun sawit milik KPSU Cipta Mandiri Inderapura.
Menanggapi anjloknya harga TBS sawit petani swadaya akhir-akhir ini, Ketua KPSU Syafrizal Ucok optimis hal itu tidak berlangsung lama. Ia berharap pemerintah dapat segera turun tangan menyelamatkan harga TBS sawit petani swadaya karena ini menyangkut nasib juataan orang petani di Indonesia, khususnya ribuan orang di Kabupaten Pesisir Selatan dan Provinsi Sumatera Barat.
RAT KPSU Cipta Mandiri Inderapura tahun 2026 ini akhirnya menyetujui laporan keuangan tahun buku 2025, dan juga mengesahkan program kerja tahun 2026 yang telah dipaparkan oleh Manager KPSU Cipta Mandiri Inderapura Busril Bujang. (gk)















