Kab Solok, PilarbangsaNews
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Solok, Zainal Jusmar mengakui bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bidang pendidikan masih jauh di bawah rata-rata. Saat ini penilaian IPM untuk pendidikan hanya sebesar 71,92 setingkat di atas Kepulauan Mentawai.
Hal itu disampaikannya dalam laporan pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) peningkatan mutu dan kualitas pendidikan di Kabupaten Solok. Gedung Solok Nan Indah, Kamis (13/03/2025).
Zainal menyebutkan, hal ini diakibatkan kurangnya pelaporan dan koordinasi dengan pihak lain seperti Badan Pusat Statistik dan stakeholder terkait.
“Selama beberapa tahun belakangan ini, kita akui memang tidak adanya laporan ke pemerintah provinsi dan pusat serta BPS. Akibatnya, kita ternyata ketinggalan dalam menyelesaikan pelaporan terhadap IPM tersebut,” ujarnya.
Namun tambahnya, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan BPS dan stakeholder terkait, untuk mempelajari mana saja kelemahan dan kekurangan kita dalam pencapaian IPM tersebut.
“Kita berharap Bupati dan Wakil Bupati memberikan perintah dan arahan dalam percepatan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Solok,” tambahnya.
Bupati Solok, Jon Firman Pandu dalam sambutannya menegaskan percepatan dan lompatan mutu pendidikan harus segera dilakukan.
Menurutnya, pola pendidikan dan kapasitas Sumber Daya Manusia seperti guru dan tenaga pendidik di Kabupaten Solok, tidak jauh tertinggal dari daerah lain.
“Kita meminta kepada bapak Wakil Bupati untuk konsentrasi dalam hal ini, percepatan dan lompatan ini mesti kita lakukan secepatnya dalam program kerja 100 hari pemerintahan,” tegas Bupati.
Lanjutnya, Bupati meminta agar Kepala Dinas memiliki gagasan dalam membangun pendidikan di Kabupaten Solok. “Ini mesti ada, saya tunggu gagasan dan ide dari Kepala Dinas secepatnya. Saya ingin dalam tahun pertama ini ada kenaikan secara signifikan dalam dunia pendidikan di Kabupaten Solok,” ucapnya.
Diakhir sambutannya, Bupati menegaskan bahwa dunia pendidikan menjadi prioritas utama dalam 5 tahun mendatang. “Meski dalam kondisi efisiensi anggaran, kita tidak akan meng kesampingkan sektor pendidikan. Saya ingin anak-anak Kabupaten Solok memiliki daya saing ditingkat Nasional maupun tingkat Internasional,” harap Bupati.
Bupati Tegur Kabid Pora
Sementara itu, Bupati Jon Firman Pandu tegur keras Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga (Kabid Pora) Mohamad Fauzan. Bupati marah disebabkan yang bersangkutan datang terlambat pada kegiatan koordinasi tersebut.
“Besok-besok saya minta tidak ada lagi pejabat yang terlambat dalam kegiatan, apalagi ini kegiatan yang terkait langsung dalam bidang dia. Saya minta kepala Dinas untuk mengevaluasi kedisiplinan bawahannya,” tegur Bupati.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Solok, Chandra. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Zainal Jusmar. Kasat Pol PP Damkar, Elafki, dan kepala OPD lainnya. Selain itu turut hadir seluruh kepala sekolah, Guru dan pengawas SD dan SMP se Kabupaten Solok. (ad)













