Web Hosting
Web Hosting
Berita

Irman Gusman Hadir Peduli Korban KMP Batumandi, Jenguk Istri Ketua MUI Sumbar di Cilegon

×

Irman Gusman Hadir Peduli Korban KMP Batumandi, Jenguk Istri Ketua MUI Sumbar di Cilegon

Sebarkan artikel ini

Jakarta, PilarbangsaNews

Ditengah perjuangan melawan rasa sakit dan menjalani perawatan intensif pascamusibah KMP Batumandi, kehadiran dan dukungan moril menjadi kekuatan tersendiri bagi korban dan keluarga.

 

 

Kepedulian itu ditunjukkan Senator asal Sumatera Barat, Irman Gusman, secara langsung menjenguk istri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat, Buya Dr. Zulkarnaini, di RS Medika Cilegon, Banten, Kamis (22/10/2026) sore.

 

Kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, melainkan wujud empati dan solidaritas terhadap keluarga di tengah menghadapi ujian berat akibat musibah kebakaran dan terkandasnya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batumandi di perairan Pulau Sebesi, Selat Sunda, saat berlayar dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak.

 

Ditengah suasana penuh keprihatinan, Irman Gusman hadir untuk memberikan dukungan langsung, menanyakan perkembangan kondisi kesehatan korban, sekaligus menyampaikan harapan agar proses perawatan berjalan optimal dan korban segera pulih.

 

Dalam kunjungan itu, Irman didampingi staf ahli serta Buya Shofwan Karim, mantan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat selama dua periode. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh keluarga korban dan jajaran tenaga medis RS Medika Cilegon.

 

Irman Gusman, pernah menjabat Ketua DPD RI selama dua periode, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas musibah menimpa keluarga besar MUI Sumatera Barat.

 

Baginya, dalam situasi sulit seperti ini, perhatian dan dukungan kemanusiaan memiliki arti penting untuk menguatkan semangat korban beserta keluarga.

 

“Musibah ini membawa duka dan keprihatinan bagi masyarakat Sumatera Barat. Kami datang untuk memberikan dukungan kepada Buya Dr. Zulkarnaini dan keluarga, sekaligus memastikan korban mendapatkan penanganan medis yang optimal. Kita berdoa bersama agar Ibu segera pulih dan dapat kembali beraktivitas,” ujar Irman.

 

Kehadiran senator asal Ranah Minang tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak berhenti pada ungkapan simpati, tetapi juga diwujudkan melalui perhatian langsung kepada mereka yang sedang menghadapi musibah.

 

Irman Gusman, juga menjabat Ketua Dewan Pakar Majelis Ekonomi dan UMKM Pimpinan Pusat Muhammadiyah, bersama Buya Shofwan Karim turut memberikan doa dan semangat kepada keluarga agar tetap tabah serta kuat mendampingi korban selama menjalani masa perawatan.

 

Apresiasi untuk Pemerintah, ASDP dan Pihak Asuransi

Disela kunjungan tersebut, Buya Dr. Zulkarnaini menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah, khususnya PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), serta pihak asuransi atas respons dan dukungan yang diberikan kepada para korban musibah KMP Batumandi.

 

Menurutnya, pelayanan medis diterima berjalan dengan baik. Berbagai kebutuhan perawatan juga difasilitasi dengan mudah, sehingga korban dapat menjalani penanganan kesehatan dengan lebih tenang.

 

Ia juga menilai pihak asuransi telah menunjukkan sikap kooperatif dalam mendukung pembiayaan perawatan sesuai dengan cakupan perlindungan yang berlaku. Dukungan tersebut sangat berarti bagi korban dan keluarga, terutama ketika perhatian utama mereka tertuju pada pemulihan kesehatan.

 

Apresiasi itu sekaligus menjadi catatan penting mengenai arti kehadiran negara, penyedia layanan penyeberangan, tenaga medis, dan pihak asuransi dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak musibah.

 

Solidaritas Ranah Minang di Tengah Musibah

Peristiwa melibatkan KMP Batumandi milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) ini mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Sebelumnya, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, juga telah menjenguk korban sebagai bentuk kepedulian terhadap warga Sumatera Barat yang terdampak insiden tersebut.

 

Rangkaian kunjungan dan dukungan itu menjadi gambaran kuatnya solidaritas masyarakat Ranah Minang ketika salah satu warganya menghadapi musibah, sekalipun harus menjalani perawatan jauh dari kampung halaman.

 

Bagi korban dan keluarga, perhatian yang datang dari berbagai pihak bukan hanya memberikan penguatan moril, tetapi juga menumbuhkan harapan untuk melewati masa-masa sulit dengan lebih tabah.

 

Ditengah proses pemulihan yang masih berlangsung, doa, kepedulian, dan dukungan nyata menjadi hal yang sangat berarti.

 

Harapannya, korban segera memperoleh kesembuhan, dapat kembali berkumpul bersama keluarga, dan menjalani aktivitas seperti sediakala. (Zul)