Jakarta, PilarbangsaNews
Pemerintah Kabupaten Pasaman mengambil langkah agresif untuk menyukseskan program prioritas nasional di sektor ekonomi kerakyatan. Menghadap langsung kepada Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah di Jakarta, Bupati Pasaman Welly Suhery melaporkan kesiapan 21 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diproyeksikan menjadi pusat hilirisasi pangan lokal di ujung utara Sumatera Barat.
Pertemuan ini secara khusus membahas tata kelola koperasi berbasis potensi lokal di ujung utara wilayah Sumatera Barat. Wamenkop Farida Farichah menegaskan bahwa kehadiran KDKMP dirancang untuk mengubah kedudukan warga desa dari sekadar penonton atau objek ekonomi menjadi pelaku utama yang mengendalikan perputaran ekonomi di nagari (desa) mereka sendiri.
“Melalui KDKMP, potensi desa dipetakan untuk kemudian dikelola secara mandiri oleh warga, mulai dari pasca-panen, pengolahan produk, hingga proses pemasaran,” ujar Farida.
Menurut Farida, integrasi pengelolaan hilirisasi di tingkat nagari ini memastikan bahwa seluruh keuntungan ekonomi tetap berputar di desa dan dinikmati langsung oleh warga setempat. Selain sebagai motor penggerak ekonomi, koperasi ini diproyeksikan untuk memotong rantai pasok pangan yang panjang dan kerap melambungkan harga di tingkat konsumen.
“Koperasi menjamin ketersediaan kebutuhan pokok dengan harga wajar dan murah. Produk pangan dapat diakses langsung oleh masyarakat tanpa perantara yang berlebih,” tambahnya.
Farida menekankan bahwa kebijakan ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk mengembalikan arah ekonomi negara sesuai dengan amanat Pasal 33 UUD 1945. Dalam konsep ekonomi nasional, tiga pilar utama—yakni BUMN, swasta, dan koperasi—harus tumbuh seimbang. KDKMP memegang peranan krusial agar masyarakat memiliki kendali penuh atas kekayaan daerahnya.
“Koperasi adalah wujud nyata Pasal 33 UUD 1945. Jika koperasi kuat, maka masyarakatlah yang berkuasa atas ekonominya sendiri. Di sini, setiap anggota memiliki hak dan kedudukan yang sama,” tegas Wamenkop.
Komitmen “Jemput Bola” Kabupaten Pasaman
Merespons arahan tersebut, Bupati Pasaman Welly Suhery menyatakan komitmen penuhnya untuk mensukseskan program prioritas nasional ini dengan strategi “jemput bola”. Welly melaporkan bahwa Kabupaten Pasaman bergerak cepat dalam membangun infrastruktur pendukung KDKMP.
“Saat ini di Kabupaten Pasaman sudah selesai dibangun 14 titik gerai KDKMP. Sementara 7 unit lainnya sedang dalam proses pembangunan dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026,” lapor Welly kepada Wamenkop.
Politisi PKB ini menjelaskan bahwa puluhan gerai koperasi desa tersebut didirikan di lokasi-lokasi strategis yang memiliki keunggulan komoditas lokal. Salah satunya berada di Nagari Languang, Kecamatan Rao Utara, yang akan difokuskan menjadi pusat pengelolaan beras lokal terpadu.
Selain itu, wilayah Nagari Tarung-Tarung dan Nagari Langsat Kadap di Kecamatan Rao Selatan juga tengah dipersiapkan. Di kawasan ini, gerai KDKMP diarahkan untuk mengelola sektor perikanan budidaya secara menyeluruh, mulai dari rantai produksi pakan, pembibitan, hingga jaringan pemasaran.
Welly berharap Kemenkop terus memberikan pendampingan intensif agar 21 koperasi tahap awal di Pasaman ini dapat beroperasi maksimal sesuai karakteristik wilayah masing-masing. Di akhir pertemuan, Bupati Pasaman menyerahkan cenderamata sekaligus mengundang Menteri dan Wakil Menteri Koperasi untuk hadir langsung dalam agenda peluncuran resmi (launching) KDKMP Pasaman.
“Kami sangat berharap kehadiran jajaran Kementerian Koperasi di Pasaman pada akhir Desember 2026 atau awal Januari 2027 mendatang. Kehadiran Ibu Wamen dan Bapak Menteri tentu akan menjadi suntikan semangat yang luar biasa bagi pengurus dan warga di daerah,” pungkas Bupati Welly. (Zul)


















