Web Hosting
Web Hosting
Berita

Gerak Cepat Pemkab Pessel Atasi Bencana, Fokus Pemulihan dan Distribusi Bantuan

212
×

Gerak Cepat Pemkab Pessel Atasi Bencana, Fokus Pemulihan dan Distribusi Bantuan

Sebarkan artikel ini

Pesisir Selatan, PilarbangsaNews

Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menggalang bantuan untuk warga yang terdampak banjir dan longsor akibat hujan deras dalam sepekan terakhir.

 

 

Bantuan terdiri dari makanan cepat saji, mie instan, air mineral, serta kebutuhan pokok lain, yang langsung disalurkan ke wilayah terdampak.

 

Bupati Pessel, Hendrajoni, menginstruksikan seluruh perangkat daerah agar siaga penuh dan cepat menangani situasi di lapangan.

 

“Karena di beberapa lokasi ada jalan yang longsor, maka segera atasi agar aktivitas masyarakat kembali normal,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).

 

Sejumlah kecamatan yang menjadi prioritas penyaluran bantuan meliputi Koto XI Tarusan, Bayang, Batang Kapas, dan IV Jurai, Lengayang, dan beberapa kecamatan lainnya.

 

Petugas OPD bersama relawan turut melakukan pengecekan kondisi lapangan agar distribusi bantuan tepat sasaran.

 

Hujan berintensitas tinggi memicu banjir dan longsor di sejumlah titik. Selain merendam permukiman, beberapa akses jalan antar nagari sempat terputus sehingga menyulitkan mobilitas warga maupun petugas.

 

BPBD Pesisir Selatan mencatat nilai kerugian akibat bencana pada 24-25 November 2025 mencapai Rp108 miliar.

 

Kerugian meliputi tujuh kecamatan, satu korban meninggal dunia, satu rumah hanyut ke sungai, serta ribuan hektare sawah yang terancam gagal panen.

 

Plt Kalaksa BPBD Pessel, Mulyandri menyebut pendataan masih diperbarui dan akan dilaporkan ke BNPB melalui Pemprov Sumbar.

 

Hingga Kamis (27/11/2025) pagi, hujan susulan masih terjadi. Di Kecamatan Batang Kapas, sejumlah kampung seperti Kampung Jambak, Kapalo Banda Jalamu, dan Dusun Inunang kembali terisolasi akibat banjir. Camat Batang Kapas, Legiandru, menyampaikan beberapa titik akses jalan tidak dapat dilalui.

 

Situasi serupa juga terlihat di Kecamatan Ranah Pesisir. Camat Syafrizal menjelaskan debit sungai di wilayahnya meningkat, meski belum berdampak pada aktivitas warga. Namun pihak kecamatan tetap bersiaga menghadapi potensi banjir lanjutan.

 

Pemerintah daerah, BPBD, OPD, dan relawan terus memantau kondisi di lapangan serta menyiapkan langkah tanggap darurat untuk mengantisipasi bencana susulan.

 

Dapur umum telah dibuka di beberapa titik, termasuk di Kecamatan Koto XI Tarusan, guna memenuhi kebutuhan warga terdampak. (gk)