Web Hosting
Web Hosting
Berita

Gelar Micro Teaching, Training of Trainer (ToT) Fase 4 Perkuat Aktivasi Budaya KAIZEN

blank
×

Gelar Micro Teaching, Training of Trainer (ToT) Fase 4 Perkuat Aktivasi Budaya KAIZEN

Sebarkan artikel ini
blank

Padang, PilarbangsaNews

Dalam upaya memperkuat aktivasi budaya KAIZEN di lingkungan pendidikan vokasi industri, Trainers BPSDMI Kementerian Perindustrian melaksanakan kegiatan Micro Teaching Training of Trainer (ToT) Trainers KAIZEN Batch 4 Tahun 2026 di SMK-SMTI Padang, Senin (2/11/2026). Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 09.00-16.00 WIB.

 

 

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala SMK-SMTI Padang Sylvi, MT. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

 

“ToT KAIZEN merupakan langkah strategis dalam meningkatkan produktivitas dan kemampuan Trainers baru baik secara internal maupun eksternal serta sumber daya manusia industri manufaktur,” ujar Sylvi.

 

Agenda kegiatan ToT ini diharapkan bisa secara komprehensif memperkuat aktivasi Budaya Kaizen yang memberikan nilai tambah dalam pelaksanaan berbagai aktivitas.

 

Pada sesi Micro Teaching ini, para peserta Trainers Fase 4 mempraktikkan kemampuan menyampaikan materi KAIZEN di hadapan para reviewer.

 

blank

Kepala SMK-SMTI Padang Sylvi, MT. membuka Micro Teaching Training of Trainer (ToT) Trainers KAIZEN Batch 4 Tahun 2026 didampingi oleh trainers KAIZEN Fikri Arsil, MP, IPM.

 

Hadir sebagai reviewer adalah Trainers KAIZEN Fase 1 dan 2, yaitu Irna Ekawati, MT; Suci Oktri Viarani, MT; Dr. Lisa Nesti, M.Si; Fikri Arsil, MP, IPM; dan Syarifah Hidayati, S.Pd.

 

Para reviewer memberikan penilaian serta masukan konstruktif terkait teknik penyampaian materi, penguasaan konten, dan metode fasilitasi agar kualitas para trainer semakin matang.

 

“Melalui kegiatan ini, diharapkan para trainer mampu menjadi penggerak budaya KAIZEN yang andal, sehingga penerapan prinsip perbaikan berkelanjutan dapat meluas dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan daya saing industri manufaktur nasional,” ujar Fikri, selaku perwakilan Trainers Fase 1 dan 2.

 

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara pimpinan sekolah, para reviewer, dan peserta ToT.

 

Budaya KAIZEN berasal dari Jepang yang secara harfiah berarti adalah perbaikan berkelanjutan. Inti dari budaya KAIZEN adalah perubahan kecil dan bertahap. Kaizen tidak menuntut perubahan besar yang instan, melainkan langkah-langkah kecil secara konsisten.

 

Budaya KAIZEN melibatkan semua orang, mulai dari level pekerja terbawah hingga jajaran manajemen puncak.

 

Kemudian budaya KAIZEN berfokus pada proses. Memperbaiki cara kerja agar hasil akhir otomatis menjadi lebih baik. Menghilangkan pemborosan. Mengurangi hal-hal yang tidak memberi nilai tambah dalam pekerjaan. (Fikri Arsil)

 

blank

blank

blank

blank

blank

 

blank

blank

 

blank

 

blank

 

blank

 

blank

 

blank

blank