Web Hosting
Web Hosting
Berita

KBIHU Babussalam Bekali 99 Calon Jemaah Haji dengan Edukasi Keselamatan Penerbangan dan Literasi Keuangan

blank
×

KBIHU Babussalam Bekali 99 Calon Jemaah Haji dengan Edukasi Keselamatan Penerbangan dan Literasi Keuangan

Sebarkan artikel ini
blank

Padang, PilarbangsaNews

Perjalanan ibadah haji bukan sekadar perjalanan spiritual menuju Tanah Suci. Lebih dari itu, diperlukan kesiapan fisik, mental, pengetahuan, serta pemahaman terhadap aspek keselamatan dan kebutuhan praktis selama perjalanan.

 

 

Menyadari pentingnya persiapan menyeluruh tersebut, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Babussalam menggelar sosialisasi keselamatan penerbangan bagi calon jemaah haji (CJH), Sabtu (31/10/2026), di Masjid Raya Istiqlal, Kampung Kalawi, Padang dengan narasumber CEO PT. Equator Valuta Asing, Dr. HM. Herry Zulman, M.Sc., SE., Akt.

 

Kegiatan yang berlangsung sejak selesai salat Zuhur hingga menjelang salat Asar itu diikuti sebanyak 99 calon jemaah haji. Sebagian besar peserta merupakan perempuan dan kelompok lanjut usia (Lansia). Meski demikian, secara umum para peserta terlihat sehat, antusias, dan bersemangat mengikuti setiap materi yang disampaikan.

 

Sosialisasi ini dirancang sebagai pembekalan praktis agar calon jemaah tidak hanya memahami tata cara perjalanan udara, tetapi juga mengetahui hak dan kewajibannya sebagai penumpang pesawat, mengenali fasilitas keselamatan, serta mampu mengantisipasi berbagai situasi yang mungkin dihadapi selama penerbangan dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Jeddah (JED).

 

Ketua KBIHU Babussalam, H. Tasman Khaidir, hadir bersama jajaran pengurus, yakni H. Zulharmen, H. Taslim, H. Dafril, H. Fahmi, serta Rudi.

 

Pengalaman 34 tahun di Bidang Penerbangan Menjadi Modal Edukasi

Materi sosialisasi disampaikan secara sederhana dan komunikatif melalui paparan sebanyak 10 halaman yang ditayangkan menggunakan LCD. Metode ini dipilih agar informasi teknis penerbangan lebih mudah dipahami, terutama oleh peserta yang sebagian besar berusia lanjut.

 

Narasumber Dr. HM. Herry Zulman, M.Sc., SE., Akt. menyampaikan materi berdasarkan pengalaman sekitar 34 tahun di bidang penerbangan di Sumatera Barat, termasuk enam tahun menangani pelayanan calon jemaah haji di Asrama Embarkasi Haji Tabing.

 

Pengalaman tersebut juga diperkuat dengan kegiatan roadshow edukasi ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi dan Bengkulu ketika masih bergabung dengan Embarkasi Haji Padang, sejak operasional embarkasi dimulai pada 2006 hingga memasuki masa pensiun pada 2011.

 

blank

Sosialisasi keselamatan penerbangan bagi calon jemaah haji (CJH), Sabtu (31/10/2026) di Masjid Raya Istiqlal, Kampung Kalawi, Padang

 

Perpaduan pengalaman teknis penerbangan dan pelayanan jemaah haji menjadi landasan penting dalam menyusun materi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga berorientasi pada kebutuhan nyata calon jemaah.

 

Dalam perspektif keselamatan penerbangan, pengetahuan penumpang merupakan salah satu unsur pendukung terciptanya penerbangan yang aman. Penumpang yang memahami prosedur, instruksi awak kabin, penggunaan fasilitas pesawat, dan tata cara menghadapi kondisi darurat akan lebih siap mengikuti ketentuan keselamatan selama perjalanan.

Toilet Pesawat dan Kebutuhan Lansia Menjadi Perhatian

Sesi tanya jawab berlangsung menarik. Salah satu persoalan yang banyak ditanyakan peserta adalah pemanfaatan fasilitas pesawat udara, terutama toilet selama penerbangan.

 

Para calon jemaah ingin mengetahui bagaimana menggunakan toilet pesawat dengan benar, mengingat selama penerbangan BIM–Jeddah mereka memperoleh pelayanan konsumsi berupa dua kali makan dan tiga kali makanan ringan atau snack.

 

Kondisi tersebut membuat kebutuhan menggunakan toilet menjadi perhatian tersendiri, khususnya bagi jemaah lanjut usia.

 

Untuk memberikan pemahaman lebih konkret, narasumber menayangkan video mengenai tata cara penggunaan toilet pesawat udara. Peserta diperkenalkan dengan mekanisme penguncian pintu, penggunaan wastafel, serta tombol pemanggil awak kabin atau pramugari apabila mengalami kesulitan.

 

Penjelasan diberikan dengan bahasa sederhana agar mudah diingat dan dapat dipraktikkan. Peserta juga diingatkan untuk menjaga kebersihan, menggunakan air secukupnya, serta tidak ragu meminta bantuan awak kabin apabila menghadapi kendala.

 

Salah satu pertanyaan yang menarik perhatian datang dari seorang calon jemaah perempuan yang akan berangkat bersama ibunya berusia 84 tahun. Sang ibu memiliki keterbatasan dalam memahami kondisi sekitar karena faktor usia dan mudah lupa. Pertanyaan tersebut berkaitan dengan bagaimana mendampingi lansia ketika harus menggunakan toilet pesawat relatif kecil dan sempit.

 

Dr. HM. Herry Zulman, M.Sc., SE., Akt. memberikan penjelasan secara bertahap mengenai tata cara mengunci dan membuka pintu toilet dengan sistem geser, menggunakan wastafel, serta memanfaatkan tombol pemanggil pramugari apabila membutuhkan bantuan.

 

Secara khusus, keluarga diingatkan agar tidak memaksakan lansia melakukan sesuatu yang sulit dikerjakan sendiri. Apabila mengalami kesulitan, pendamping dapat meminta bantuan awak kabin sesuai prosedur pelayanan dan keselamatan penerbangan.

 

Pesan pentingnya adalah kenyamanan dan keselamatan jemaah lansia harus menjadi perhatian bersama, baik keluarga, petugas pendamping maupun awak kabin.

 

Layanan Kursi Roda, Jangan Sampai Jemaah Lansia Kehilangan Akses

Persoalan lain yang tidak kalah penting adalah pelayanan bagi calon jemaah yang membutuhkan kursi roda.

 

Dalam sesi tersebut dijelaskan bahwa jemaah dengan kebutuhan khusus dapat mengajukan fasilitas bantuan mobilitas melalui mekanisme pelayanan haji dan maskapai.

 

Penggunaan kursi roda perlu dikoordinasikan sejak keberangkatan dari rumah, selama berada di embarkasi, ketika naik dan turun pesawat, hingga pelayanan di Tanah Suci dan kepulangan ke tanah air.

 

Bagi jemaah yang mendadak membutuhkan kursi roda akibat terjatuh, terkilir, atau kondisi fisik tertentu, narasumber juga menjelaskan beberapa alternatif memperoleh bantuan, diantaranya melalui petugas maktab atau penyelenggara pelayanan jemaah di Arab Saudi, dengan mengikuti ketentuan peminjaman dan pengembalian yang berlaku. Selain itu, tersedia pula fasilitas kursi roda di kawasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang dapat dimanfaatkan sesuai aturan pelayanan setempat.

 

Untuk pelaksanaan tawaf dan sai, jemaah yang membutuhkan bantuan mobilitas juga dapat memanfaatkan layanan kursi roda yang tersedia dengan mengikuti ketentuan dan prosedur di lokasi.

 

Edukasi ini penting karena kelompok lansia dan jemaah dengan keterbatasan mobilitas membutuhkan perhatian khusus. Persiapan sejak sebelum keberangkatan akan membantu mengurangi risiko kelelahan, terjatuh, serta kendala mobilitas selama menjalankan rangkaian ibadah.

CEO PT Equator Valuta Asing, Dr. HM. Herry Zulman, M.Sc., SE., Akt. menegaskan pemahaman mengenai pentingnya mempersiapan kebutuhan mata uang asing, khususnya Saudi Riyal (SAR), sebagai mata uang digunakan dalam transaksi sehari-hari selama berada di Arab Saudi.

 

Menurutnya, persiapan perjalanan haji perlu memperhatikan berbagai kebutuhan, termasuk kesiapan finansial dan ketersediaan uang tunai dalam mata uang negara tujuan.

 

Calon jemaah perlu mengenal mata uang Riyal, memahami pecahan-pecahannya, serta memperhitungkan kebutuhan uang saku sesuai kemampuan dan keperluan masing-masing selama berada di Tanah Suci.

 

Kebutuhan tersebut antara lain untuk membeli makanan atau minuman tambahan, perlengkapan pribadi, kebutuhan sehari-hari, maupun keperluan lain di luar fasilitas yang telah disediakan penyelenggara haji.

 

Ia mengingatkan agar jemaah mengelola uang saku secara bijak, tidak membawa uang tunai secara berlebihan, serta memperhatikan keamanan penyimpanan uang selama perjalanan.

 

Menekankan pentingnya melakukan penukaran mata uang melalui penyelenggara jasa penukaran valuta asing yang resmi dan berizin, sehingga jemaah memperoleh layanan transaksi yang aman, jelas, dan terpercaya.

 

Literasi mengenai Saudi Riyal ini menjadi pembekalan tambahan agar calon jemaah tidak merasa asing ketika melakukan transaksi di Arab Saudi.

 

Dengan memahami kebutuhan mata uang negara tujuan sejak sebelum keberangkatan, jemaah diharapkan dapat lebih mandiri, terencana, dan tenang dalam memenuhi kebutuhan pribadi selama menjalankan ibadah.

 

Edukasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa persiapan haji bukan hanya menyangkut aspek spiritual dan kesehatan, tetapi juga kemampuan mengelola kebutuhan finansial selama berada di luar negeri.

 

Setiap peserta mengajukan pertanyaan juga mendapatkan hadiah atau kenang-kenangan sebagai bentuk apresiasi sekaligus penyemangat agar lebih aktif menggali informasi.

 

Lebih jauh, sosialisasi ini diharapkan tidak berhenti pada 99 peserta yang hadir. Para calon jemaah diharapkan dapat menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada anggota keluarga di rumah, sehingga keluarga turut memahami kebutuhan pendampingan, keselamatan, dan pelayanan jemaah selama perjalanan haji.

 

Pola penyebaran informasi dari peserta kepada keluarga merupakan langkah edukasi berantai yang strategis. Dengan demikian, kesiapan perjalanan haji tidak hanya menjadi tanggung jawab calon jemaah, tetapi juga melibatkan lingkungan keluarga.

 

Menjemput Tamu Allah dengan Ilmu, Kesiapan dan Keselamatan

Melalui kegiatan ini, KBIHU Babussalam menunjukkan bahwa pembinaan calon jemaah haji perlu mencakup lebih dari sekadar pemahaman manasik.

 

Pengetahuan tentang keselamatan penerbangan, penggunaan fasilitas pesawat, penanganan kebutuhan lansia, akses pelayanan kursi roda, hingga literasi keuangan dan persiapan mata uang Saudi Riyal merupakan bagian penting dari persiapan perjalanan ibadah.

 

Sebab, perjalanan menuju Baitullah membutuhkan keseimbangan antara kesiapan spiritual dan kesiapan teknis. Ibadah yang khusyuk akan lebih mudah dijalankan apabila jemaah merasa aman, nyaman, sehat, serta memahami lingkungan perjalanan yang dihadapinya.

 

Semangat ingin dibangun melalui sosialisasi ini sederhana, tetapi bermakna: menjemput panggilan Allah SWT dengan ilmu, menjaga keselamatan dalam perjalanan, mengelola kebutuhan dengan bijak, dan kembali ke Tanah Air dengan selamat serta memperoleh predikat haji mabrur. (Zul)

 

blank

blank

blank

blank

blank

 

blank

blank

 

blank

 

blank

 

blank

 

blank

 

blank

blank