Web Hosting
Web Hosting
Berita

Empat Siswa MAN 2 Padang Ikuti Lomba Puisi dan Storytelling DHD BPK 45 Sumbar

17
×

Empat Siswa MAN 2 Padang Ikuti Lomba Puisi dan Storytelling DHD BPK 45 Sumbar

Sebarkan artikel ini

Padang, PilarbangsaNews

Empat siswa MAN 2 Padang mengikuti Lomba Puisi dan Storytelling Virtual yang diselenggarakan oleh Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan (DHD BPK) 45 Sumatera Barat dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

 

 

Mereka adalah Khesya Nasyira Putri (XII.FS.1), Abdul Dzaky Hamdan (XI.FA.6), dan Rehan Pratama (X.E.12) pada cabang puisi, serta Atika Arza Wijaya (X.E.1) pada cabang storytelling.

 

Proses produksi video dimulai pada 31 Juli hingga 5 Agustus 2026. Selama pengambilan gambar, para peserta didampingi pembina lomba Syahrul, pembina OSIM Betty Revita, serta editor berita Wenny Riantika.

 

Pembina lomba, Syahrul, mengatakan bahwa kompetisi virtual memiliki tantangan berbeda dibandingkan lomba konvensional yang mengharuskan peserta tampil langsung di atas panggung.

 

“Pada lomba virtual, peserta cukup membuat dan mengirimkan video kepada panitia. Namun, tingkat persiapannya justru lebih kompleks karena tidak hanya dituntut menguasai materi, tetapi juga memperhatikan kualitas visual dan teknis pengambilan gambar,” kata Syahrul, Minggu (2/8/2026).

 

Menurut dia, penentuan sudut pengambilan gambar, komposisi visual, hingga properti pendukung harus dipersiapkan dengan baik agar hasil video terlihat maksimal.

 

Khusus cabang storytelling, kata Syahrul, proses produksi membutuhkan pengambilan gambar di beberapa lokasi yang berkaitan dengan tokoh perjuangan yang dipilih peserta.

 

“Untuk storytelling, video tidak cukup direkam di satu tempat. Lokasi pengambilan gambar harus menyesuaikan dengan latar dan jejak sejarah tokoh yang diceritakan,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, pada Senin (3/8/2026), tim akan melakukan perjalanan untuk menelusuri rumah, kantor, dan sejumlah lokasi bersejarah yang terkait dengan tokoh perjuangan yang menjadi tema cerita peserta.

 

“Kegiatan ini dilakukan agar penyajian storytelling lebih kuat dan sesuai dengan fakta sejarah yang diangkat dalam video,” kata Syahrul. (Arul)