Web Hosting
Web Hosting
Berita

DPRD Rapat Paripurna HUT ke-80 Sumatera Barat; IPM Naik Signifikan, Laju Pertumbuhan Ekonomi Melambat 

146
×

DPRD Rapat Paripurna HUT ke-80 Sumatera Barat; IPM Naik Signifikan, Laju Pertumbuhan Ekonomi Melambat 

Sebarkan artikel ini

Padang, PilarbangsaNews

 

 

Memperingati Hari Jadi Sumatera Barat yang ke-80 tahun, DPRD Sumbar menggelar Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Sumbar, Rabu (1/10/2025) yang dipimpin langsung Ketua DPRD Sumbar, Drs. H. Muhidi, MM. dan dihadiri Gubernur Sumbar Mahyeldi.

 

Peringatan HUT ke-80 Sumatera Barat ini dengan tema “Bersama Membangun Sumatera Barat Sejahtera dan Maju”. Tampak hadir dalam Sidang DPRD ini para Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Anggota DPR RI dan DPD RI Daerah Pemilihan Sumatera Barat, Wakil Guberur Sumatera Barat, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan Ketua Pengadilan Tinggi Provinsi Sumatera Barat, mantan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, mantan Ketua dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Bupati dan Walikota se Sumatera Barat, Sekretaris Daerah beserta Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Ketua Partai Politik, Rektor Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta se Sumatera Barat, Kepala Instansi Vertikal di Wilayah Provinsi Sumatera Barat, Kepala BUMN dan BUMD, Ketua Ormas, Pemuka Masyarakat, Cadiak Pandai, Alim Ulama, Bundo Kanduang dan media.

 

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi bagi kemajuan Sumbar.

 

“Momentum HJK ini bukan sekadar untuk dirayakan, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus bekerja keras membangun Sumbar ini agar semakin maju, nyaman, dan sejahtera,” sambut Mahyeldi.

 

Selanjutnya Gubernur Mahyeldi mengajak masyarakat Sumbar untuk senantiasa menjaga persatuan dan semakin menumbuhkan kecintaan terhadap kampung halaman, memperkuat persaudaraan, dan mendorong semangat kebersamaan untuk membangun dan menjaganya agar senantiasa menjadi rumah yang madani bagi semua.

 

Gubernur Mahyeldi berharap visi-misi dan Program Unggulan (Progul) yang tertuang di dalam Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029 dapat direalisasikan secara optimal.

 

“Mari bersama kita jadikan momentum Hut Sumbar ke 80 ini sebagai pemacu dalam memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

 

Dalam pidatonya Gubernur melaporkan salah satu keberhasilan dalam pencapaian pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sumbar, yakni pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumbar.

 

Pada awal tahun RPJPD Sumbar dengan skor Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 71.6, dengan skor Harapan Hidup selama 68,2 tahun, skor Lama Rata-Rata Sekolah 8 tahun, dan Pengeluaran per Kapita disesuaikan sebesar Rp618.200.

 

Tahun ini, RPJPD itu ditutup dengan peningkatan IPM yang signifikan. IPM pada 2024 mencapai 76,43, dengan skor Harapan Hidup sebesar 74,37 tahun, skor Harapan Lama Sekolah sebesar 14,3 tahun, skor Lama Rata-Rata Sekolah sebesar 9 tahun, dan Pengeluaran per Kapita disesuaikan menjadi Rp11.718.000, Capaian ini jauh di atas rata-rata IPM nasional yang sebesar 75,02.

 

“Dengan begitu mengantarkan Sumbar ke peringkat 6 se-Indonesia, mengukuhkan Sumbar sebagai provinsi dengan Pembangunan Manusia berkategori tinggi, menjulang di antara provinsi-provinsi lain seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, atau Sumatera Selatan yang APBDnya berkali-kali lipat dari yang kita kelola.

 

Sementara di sektor ekonomi, sejak awal Sumbar bertekad akan berpacu sekuatnya menumbuhkan ekonomi daerah. “Dengan kerja keras kita bersama, Alhamdulillah, ada perbaikan ekonomi di Sumbar,” tuturnya.

 

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) meningkat dari Rp241,89 triliun pada 2020 menjadi Rp332,94 pada 2024.

 

Sementara PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) 2010 juga meningkat dari Rp169,43 triliun pada 2020 menjadi Rp199,41 triliun pada 2024. Sejalan dengan itu, PDRB per kapita atas dasar harga berlaku juga tercatat meningkat dari Rp54,33 juta menjadi Rp57,05 juta pada 2024. “Peningkatan PDRB adalah tanda bahwa perekonomian daerah sedang tumbuh dan menghasilkan nilai tambah yang lebih besar,” ucapnya.

 

Berbanding lurus dengan pertumbuhan ini, lapangan kerja kemudian pelan-pelan terbuka. Tingkat Pengangguran Terbuka di daerah kita menurun dari 6,88 pada 2020 menjadi 5,75 pada 2024. Dengan semakin bertambahnya penduduk bekerja, kemiskinanpun berkurang.

 

Jumlah penduduk miskin Sumbar menurun dari 345,73 ribu jiwa atau 5,92% pada Maret 2024 menjadi 315,43 ribu jiwa atau 5,42% pada September 2024.

 

Jika dilihat menurut wilayah, tingkat kemiskinan di perkotaan turun dari 4,72% menjadi 4,16%, sedangkan di perdesaan menurun dari 7,28% menjadi 6,79%. “Perlu kami sampaikan, laju pertumbuhan ekonomi 2024 kita berada di angka 4,36%, dengan Rasio Gini di tahun yang sama sebesar 0,283, rasio ini adalah salah satu yang terendah di Indonesia,” terangnya.

 

Gubernur Sumbar Mahyeldi, Wagub Vasko Ruseimy dan Pimpinan DPRD Sumbar 

 

Memang angka pertumbuhan ini bukan rekor yang memuaskan, tetapi ia menunjukkan kestabilan, dan ini esensial bagi perencanaan keuangan daerah dan investasi. “Stabilitas ini memberi waktu untuk memperkuat produktivitas, infrastruktur, dan pengembangan UMKM kita,” tukasnya.

 

Seluruh capaian yang telah diraih Sumatera Barat hingga saat ini adalah hasil kerja bersama, bukan satu dua pihak. Maka pembangunan ke depan pun menuntut kerja bersama, dari ranah hingga rantau, dari pemerintah hingga masyarakat.

 

“Oleh karena itu, kami mengajak kita semua, mari bersama kita bangun daerah ini sebaik-baiknya. Mari bantu kami mewujudkan Sumatera Barat Madani yang maju dan berkeadilan demi kesejahteraan masyarakat kita,” tutupnya.

 

Sementara Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Drs. H. Muhidi, MM mengucapkan Selamat Hari Jadi Sumatera Barat yang ke-80 kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat.

 

“Hari ini, 1 Oktober 2025, kita kembali memperingati Hari Jadi Sumatera Barat yang he-80. Sebagai anak nagari, peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi harus menjadi momentum refleksi dan evaluasi terhadap komitmen kita terhadap tanah kelahiran yang kita cintai ini,” kata Muhidi.

 

Provinsi Sumatera Barat telah memasuki usia he-80 tahun sama usianya dengan keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ini adalah usia yang matang, yang patut kita jadikan sebagai ajang refleksi capaian dan arah pembangunan ke depan.

 

Banyak capaian yang telah diraih. Dalam satu dekade terakhir, setelah melalui bencana gempa 2009 dan pandemi Covid-19, Sumatera Barat tetap bergerak maju.

 

Data tahun 2024 menunjukkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Barat mencapai 76,43 (peńngkat ke-6 nasional dan ke-2 di Sumatera setelah Riau), dan angka kemiskinan Per Maret tahun 2025 5,35%, jauh di bawah rata-rata nasional (8,47%), serta Gini ratio per Maret 2025 sebesar 0,282, menunjukkan adanya pemerataan pendapatan yang baik di daerah ini.

 

Namun masih terdapat persoalan yang belum terselesaikan, seperti pemerataan pembangunan antar wilayah serta pertumbuhan ekonomi yang cenderung melambat. Hambatan tersebut sebagian besar bersumber dari keterbatasan fiskal daerah dan kondisi geografis yang menantang.

 

Oleh sebab itu, kerja sama dan kolaborasi semua pemangku kepentingan pemerintah, DPRD, dunia usaha, akademisi, masyarakat dan para perantau sangatlah kita perlukan. “Tantangan ke depan semakin berat. Kita harus membangun Provinsi Sumatera Barat menjadi daerah yang lebih maju, modern, dan masyarakatnya sejahtera tanpa kehilangan identitas sebagai urang Minang yang beradat dan berbudaya,” pintanya.

 

Sebagai penutup Ketua Dewan mengajak pemerintah Provinsi Sumbar tingkatkan kebersamaan, kolaborasi dan sinergisitas antar pemangku kepentingan daerah dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan daerah. (adpsb)