Pesisir Selatan, PilarbangsaNews
Penguatan pelabuhan Panasahan Painan menjadi salah satu strategi utama pemerintah daerah Pesisir Selatan untuk meningkatkan daya saing sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Upaya itu dilakukan melalui promosi investasi di tingkat nasional hingga penjajakan kerja sama dengan pihak swasta guna memperkuat sistem logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan terus menggenjot investasi sekaligus mempercepat pengembangan Pelabuhan Panasahan sebagai proyek strategis daerah,” tegas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pesisir Selatan, Ahmad Hidayat.
Disampaikan Ahmad, sebagai bagian dari upaya tersebut, DPMPTSP Pesisir Selatan mengikuti Technical Meeting Apkasi Otonomi Expo (AOE) 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Selasa (14/7/2026)
Menurutnya, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan potensi unggulan daerah sekaligus membuka peluang kerja sama investasi yang lebih luas.
Untuk mendukung masuknya investasi, lanjut Hidayat, Pemkab Pesisir Selatan terus menyelaraskan program investasi dengan regulasi yang berlaku, termasuk memberikan kemudahan perizinan melalui sistem pelayanan terpadu satu pintu.
“Langkah itu bertujuan menciptakan iklim investasi yang kondusif, transparan, dan akuntabel,” katanya.
Di saat bersamaan, Pemkab Pesisir Selatan juga memacu pengembangan Pelabuhan Panasahan, DPMPTSP bersama Dinas Perhubungan dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) mendampingi Bupati Pesisir Selatan dalam pertemuan strategis dengan Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera untuk membahas peluang kerja sama pengelolaan pelabuhan tersebut.
Hidayat menjelaskan, pengembangan Pelabuhan Panasahan menjadi pelabuhan pengumpul merupakan salah satu proyek strategis yang mendapat dukungan pemerintah pusat.
Keberadaan pelabuhan itu diharapkan mampu meningkatkan konektivitas sekaligus memperkuat sistem logistik di wilayah pesisir barat Sumatera. “Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas dan memperkuat sistem logistik di wilayah pesisir barat Sumatera,” ujarnya. (ori)















