Limapuluh Kota, PilarbangsaNews
Unjuk rasa menyampaikan aspirasi masyarakat Nagari Sei Kamuyang, Kecamatan Luhak ke kantor wali nagari setempat, Kamis (17/7/2025) berjalan aman dan lancar.
Demo damai ini ditujukan ke Wali Nagari Sei Kamuyang Isral yang selama ini dinilai masyarakat sudah gak benar lagi dalam menjalankan tupoksinya.
Lima orang orator mewakili komponen masyarakat menyampaikan orasinya saat itu di halaman kantor wali nagari yang berlokasi di Jorong Batang Tabit pinggir jalan raya ruas Payakumbuh- Sitangkai.
Edi, DH, Dalius, dan tiga orang lainnya pemuka masyarakat dan ninik mamak menyampaikan suara masyarakat Nagari Sei Kamuyang. “Wali Nagari Sei Kamuyang harus mundur karena telah membuat keruh/gaduh,” kata orator.
10 kesalahan yang telah dilakukan wali nagari selama ini, diantaranya mengintervensi dalam pembentukan KAN, cacat administrasi dalam penerbitan sertifikat HPL, dan cacat prosedur dalam penyerahan hibah tanah ulayat untuk SR (Sekolah Rakyat). “Kami bukan anti pembangunan yang diselenggarakan pemerintah, tapi cara wali nagari yang tidak bisa kami terima,” sebut Darius dibalik mikropon.
Massa pengunjuk rasa yang berbilang lebih 150 orang itu merangsek untuk memasuki kantor wali nagari. Pagar betis dari puluhan personal Polres Payakumbuh menahan keinginan mereka. Akhirnya terjadi dialog dengan petugas keamanan dimana 5 orang perwakilan massa dibolehkan masuk kantor wali nagari untuk berdialos sekaligus menyampaikan tuntutan mereka.
Dalam sesi dialog ini juga hadir Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa/Nagari Kabupaten Limapuluh Kota, Endra Amzar, Kepala Badan Kesbangpol, Elsiwa Fajri, dan unsur Polres Payakumbuh.
Dialog yang berjalan hangat itu menghasilkan keputusan, bahwa untuk memberhentikan wali nagari itu ada prosedur dan tahapannya. Untuk itu pengunjuk rasa dapat mengirimkan surat ke Bupati Limaluluh Kota.
Perwakilan masyarakat yang menyampakan aspirasi, Edi, SH menyanggupi permintaan tersebut, dan akan menyerahkan ke Bupati Limapuluh Kota.
“Setelah surat kami sampaikan ke Bupati, kami dead line dua hari harus ditanggapi. Kalau tidak kami akan datang lagi dengan massa yang lebih banyak,” katanya lantang dihadapan massa. Dan dijawab dengan kata “setuju” oleh massa. (wba)













