Web Hosting
Web Hosting
Berita

Dari Ramadan ke Idul Fitri: Perubahan, Harapan, dan Pemimpin Muda Kota Padang Bro Fadly Amran

151
×

Dari Ramadan ke Idul Fitri: Perubahan, Harapan, dan Pemimpin Muda Kota Padang Bro Fadly Amran

Sebarkan artikel ini

Catatan : Gilang Gardhiolla Gusvero, Wartawan Muda

 

 

Setiap tahun, saya selalu menemuinya. Jika dihitung, mungkin sebanyak usia saya, 23 kali. Momen istimewa itu kita kenal sebagai Idul Fitri.

 

Bagi umat Islam, Idul Fitri adalah pesona yang selalu dinanti. Ada sesuatu yang begitu megah di baliknya. Sebelum hari kemenangan itu tiba, kita lebih dulu menempuh perjalanan panjang selama Ramadan, berperang melawan hawa nafsu, menahan haus dan lapar, serta memperbanyak ibadah.

 

Namun, Idul Fitri bukan sekadar perayaan. Ia menyimpan berbagai momen. Momen kebahagiaan, haru, kenangan, bahkan refleksi diri. Dan tahun ini, Idul Fitri 1446 H terasa berbeda dari biasanya.

 

Satu hal yang mencolok adalah kesamaan dalam penetapan awal Ramadan. Jika tahun-tahun sebelumnya pemerintah dan Muhammadiyah kerap berbeda dalam menentukan tanggal 1 Ramadan, kali ini keduanya serentak memulai puasa pada hari yang sama. Sebuah hal yang jarang terjadi dan tentu saja membawa kesan tersendiri.

 

Di Kota Padang, tempat saya berdomisili, suasana juga terasa berbeda. Ada sesuatu yang baru, sesuatu yang membawa harapan. Kota yang dikenal sebagai Kota Bengkuang ini kini memiliki pemimpin baru yang membawa energi segar, yakni Fadly Amran Dt. Paduko Malano.

 

Nama Fadly Amran bukanlah sosok asing di dunia kepemimpinan. Pria asli Padang ini telah mencatatkan berbagai pencapaian dalam kariernya. Dikenal sebagai pemimpin muda yang inovatif, ia berhasil membangun Kota Padang Panjang saat menjabat sebagai wali kota periode 2018-2023. Kini, ia kembali dipercaya memimpin Kota Padang setelah meraih kemenangan dalam Pilkada Serentak 2024.

 

Lahir dari keluarga pengusaha, Fadly memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Meski berasal dari lingkungan wirausaha, panggilan hatinya selalu tertuju pada masyarakat. Semangat sosialnya tumbuh sejak masa pendidikan dan terus berkembang hingga akhirnya ia terjun ke dunia politik. Baginya, kepemimpinan bukan hanya soal kekuasaan, melainkan bagaimana memberikan manfaat nyata bagi rakyat.

 

Gaya kepemimpinannya yang modern, responsif, dan dekat dengan masyarakat menjadikannya idola, terutama di kalangan anak muda. Ia bukan tipe pemimpin yang hanya duduk di balik meja. Sebaliknya, ia turun langsung ke lapangan, mendengarkan aspirasi warganya, dan mencari solusi terbaik untuk setiap permasalahan. Tak heran jika ia dijuluki “Bro Wako” oleh masyarakat dan kalangan pers.

 

Baru 40 hari menjabat, ia sudah melakukan berbagai gebrakan. Dalam pengantar khutbah Idul Fitri yang digelar di Gelanggang Kantor Balaikota Padang, Aie Pacah, Fadly menyampaikan sejumlah program unggulan yang telah direalisasikan.

 

“Alhamdulillah, atas izin Allah SWT, pada 40 hari pertama masa jabatan kami, beberapa program sudah berhasil direalisasikan. Seperti dokter warga, BPJS Kesehatan gratis, Dubalang Kota, penataan kawasan pantai, perbaikan jalan dan drainase, serta segera diaktivasi juga pemberian seragam dan LKS gratis bagi siswa kurang mampu.” Begitulah kata “Bro Wako” Senin pagi dalam sambutannya jelang sholat Idul Fitri 1446 H.

 

Kepedulian Fadly tak hanya terlihat dalam program-program yang ia canangkan, tetapi juga dalam aksi nyata di lapangan. Dalam sepekan terakhir, ia turun langsung ke lokasi-lokasi terdampak bencana. Salah satu momen yang menyentuh adalah ketika ia mendadak mengunjungi lokasi kebakaran dan pencarian orang hilang di Kecamatan Koto Tangah pada Jumat (28/3/25) jelang tengah malam.

 

Di tengah segala pencapaiannya, Fadly Amran tetap memiliki visi besar untuk Kota Padang. Ia ingin membawa kota ini menjadi lebih maju, sejahtera, dan modern. Dengan inovasi serta kepedulian yang tinggi, ia tak hanya menjadi pemimpin, tetapi juga inspirasi bagi generasi muda yang ingin berkontribusi bagi bangsa.

 

Fadly Amran membuktikan bahwa perubahan bukan sekadar angan-angan, tetapi sesuatu yang bisa diwujudkan dengan tekad dan aksi nyata. Begitu terasa “lakek tangan” Fadly Amran sebagai pemimpin. Pemimpin muda Kota Padang. (*)