Web Hosting
Web Hosting
Berita

Bupati Pasaman Welly Suhery Resmikan Destinasi Ekowisata Hutan Nagari Sundata Selatan

396
×

Bupati Pasaman Welly Suhery Resmikan Destinasi Ekowisata Hutan Nagari Sundata Selatan

Sebarkan artikel ini

Pasaman, PilarbangsaNews 

 

 

Bupati Pasaman Welly Suhery meresmikan destinasi ekowisata hutan Nagari Sundata Selatan sebagai kawasan terpadu bernilai ekonomi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (26/8/2025) di Nagari Sundata Selatan, Kecamatan Lubuk Sikaping.

 

Ekowisata alam itu merupakan hasil kerjasama Pemkab Pasaman dan Pemprov Sumatera Barat, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN), serta Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).

 

Adapun ketiga Kelompok Usaha Perhutanan Sosial ini, antara lain adalah KUPS SunSel Ecotourism, KUPS Agroforestry Maju Jaya, serta KUPS Lebah Madu Galo-Galo Puti Sangka Bulan.

 

Ketiga kelompok KUPS di Nagari Sundata Selatan ini telah menerima dukungan dari berbagai pihak, dukungan tersebut diantaranya berupa pelatihan kepada anggota kelompok, pemberian bantuan peralatan berupa tubing, bantuan perahu karet, bantuan bentor, serta pemberian bantuan bibit tanaman produktif.

 

Kegiatan launcing ekowisata hutan nagari Sundata Selatan ini kegiatan ini langaung dihadiri Asisten II Adip Alfikri, jajaran kepala OPD Provinsi, jajaran kepala OPD Pasaman, Camat Lubuk Sikaping, Niniak mamak serta tokoh masyarakat lainnya.

 

Bupati Pasaman Welly Suhery dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengelolaan hutan berbasis masyarakat bukan hanya program lingkungan, melainkan strategi pembangunan
daerah yang sangat produktif untuk masa mendatang.

 

“Melalui ekowisata, pertanian terpadu, dan kearifan lokal seperti lubuk larangan, masyarakat tidak hanya menjaga alam, tetapi juga memperoleh kesejahteraan Ekonomi,” jelas Welly Suhery.

 

Welly Suhery juga mengatakan bahwa potensi ekowisata berbasis hutan Nagari seperti di Nagari Sundata Selatan, yang ditetapkan melalui SK LPHN Kementerian Kehutanan RI pada Agustus 2023 seluas 4.096 hektare diharapkan kedepannya bernilai produktif.

 

Senada dengan itu, Asisten II Pemprov Sumbar Adib Fikri, yang mewakili Gubernur Sumbar pada acara louncing tersebut menegaskan bahwa ekowisata Sundata Selatan menjadi bagian dari target 50 ribu hektare kawasan perhutanan sosial yang dikelola.

 

Adib Fikri menjelaskan, sebagaimana diketahui dalam RPJMD Sumbar 2025-2029. Hingga kini, luas areal kelola perhutanan sosial di Sumbar telah mencapai 340 ribu hektare. Partisipasi generasi muda dalam mengembangkan
tubing, rafting, dan trekking di Sundata Selatan adalah bukti bahwa anak nagari menjadi penggerak inovasi menuju kemandirian.

 

Acara Louncing Destinasi Ekowisata Nagari Sundata Selatan dipimpin Asisten II yang mewakili Gubernur Sumbar didampingi Bupati Pasaman serta sejumlah jajaran OPD Provinsi dan Kabupaten, dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim” melounching ekowisata Sundata Selatan sebagai simbol sinergi pelestarian lingkungan, dengan harapan potensi alam yang ada dapat dikelola secara
berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. (Zul)