Pesisir Selatan, PilarbangsaNews
Asap hitam mulai terpantau membumbung di langit kota Painan, Kabupaten Pesisir Selatan beberapa hari ini, yang diduga akibat kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan.
Kabut asap diduga berasal dari kebakaran lahan dan hutan terpantau datang dari arah selatan Kabupaten Pesisir Selatan.
Walaupun begitu pantuan hari Jumat (31/7/2026) di lapangan akibat kabut asap tersebut belum sampai mengganggu jarak pandang ke pengguna kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Hingga berita ini diturunkan belum ada instruksi ataupun himbauan dari dinas terkait pada warga untuk menggunakan masker saat keluar rumah.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pessel Hendri Agustian, S.Kep.,MM dalam keterangan mengatakan, laporan sementara Pusdalops BPBD Pesisir Selatan pada Rabu 29 Juli 2026 pukul 10.15 WIB, kabut asap diduga Karhutla berasal dari wilayah Koto Anau Tapan, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan.
Diterangkan, kondisi medan yang tidak bisa dijangkau menggunakan kendaraan baik roda dua maupun roda empat, serta beberapa rai atau drainase mengalami kekeringan dan akses air sangat sulit juga menjadi kendala pemadaman api.
Apalagi untuk menuju lokasi kebakaran berjalan kaki dan jarak tempuh 2 jam hingga 4 jam, ditambah lahan yang terbakar adalah lahan gambut.
“Kejadian kebakaran Karhutla terjadi pada hari Senin 27 -7-2026, pukul 10.30 WIB, dan Pusdalops BPBD Pesisir Selatan mendapatkan laporan hari Rabu 29-07-2026, pukul 10.00 WIB,” tegas Hendri.
Dari laporan sementara penyebab kebakaran lahan tersebut dilakukan oleh pemilik lahan kosong untuk digunakan menanam sawit, untuk mengirit biaya proses penanaman sawit. (ori)















