Pesisir Selatan, PilarbangsaNews
Pasca banjir bandang yang terjadi di sembilan Nagari di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan beberapa bulan yang lalu masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan oleh dinas terkait di Pemkab Pesisir Selatan.
Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda di wilayah tersebut, sempat melumpuhkan aktifitas perekonomian di sembilan nagari, ekses jalan terputus dan aktifitas belajar mengajar yang terganggu.
Ada sediktinya sebelas kepala keluarga (KK) yang sebelumnya bermukim di sepanjang aliran Sungai Batang Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan. Yang cukup rentan terdampak abrasi Sungai Batang Tapan.
Kerja keras serta tindakan cepat langsung dilakukan Pemda Pesisir Selatan, DRPD Kabupaten Pesisir Selatan, bersama instansi terkait, dan pemerintah pusat telah turun ke lokasi banjir.
Infrastruktur fisik, baik sarana prasarana umum dan perkantoran serta lainya menjadi fokus elemen lintas terkait dalam melakukan penanganan pasca bencana, salah satunya dengan relokasi sebelas kepala keluarga.
Sebelas kepala kepala keluarga yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Batang Tapan, Nagari Talang Balarik Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, bersedia di relokasi ke tempat lain.
Camat Ranah Ampek Hulu Tapan Agenes Dheno Arnes membenarkan jika ada sebelas kepala keluarga yang bersedia di relokasi, yang mana sebelumnya pemukiman yang dibangun berada di sepanjang aliran Sungai Batang Tapan, Nagari Talang Balarik Tapan.
Disampaikan Agnes, jika pihaknya melalui Wali Nagari telah melakukan pendataan pada sebelas kepala keluarga yang bersedia direlokasi ke tempat lebih aman. “Data sebelas kepala keluarga telah disampaikan dan sudah kita kirimkan ke Dinas Perkimtan,” tegasnya.
Lebih lanjut, pihaknya hingga sampai saat ini masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Dinas Perkimtan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Pesisir Selatan. (ori)
