Tanah Datar, PilarbangsaNews
Edo, warga Kampung Jambu, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, bersyukur mendapat bantuan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Program tersebut membantu masyarakat meningkatkan kualitas rumah agar menjadi lebih layak huni.
Edo menyampaikan rasa syukur itu saat Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, meninjau lokasi salah satu penerima BSPS dalam rangka reses perseorangan Masa Sidang I Tahun Sidang 2026–2027, Jumat (23/10/2026).
Edo menilai bantuan tersebut tidak terlepas dari sinergi pemerintah daerah dengan perwakilan Sumatera Barat di DPR RI.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur mendapatkan program dari Bapak Presiden. Ini juga tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah daerah dan perwakilan kita di Senayan, Bapak Zigo Rolanda. Terima kasih banyak kepada Bapak Zigo atas dukungan dan perjuangannya,” ujar Edo.
Dalam kunjungan tersebut, Zigo menegaskan bahwa program bedah rumah harus mengutamakan masyarakat miskin yang memenuhi persyaratan. Ia meminta pemerintah daerah tidak menjadikan perbedaan warna politik sebagai pertimbangan dalam mengusulkan penerima bantuan.
Menurut Zigo, program BSPS merupakan bagian dari upaya pemerintah Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah. Karena itu, proses pendataan dan pengusulan penerima harus mengacu pada kondisi serta kebutuhan masyarakat.
“Program ini tidak boleh melihat warna partai A, B, C, atau D. Kalau masyarakat memang layak menerima bantuan, itu wajib diperjuangkan,” tegas Zigo.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah memberikan kuota pengusulan penerima BSPS kepada pemerintah kabupaten dan kota. Mekanisme tersebut diharapkan memudahkan pemerintah daerah mengidentifikasi warga yang membutuhkan perbaikan rumah.
Namun, Zigo mengingatkan agar mekanisme pengusulan tidak menghambat masyarakat yang memenuhi persyaratan. Ia juga menyoroti keluhan mengenai penyaluran bantuan yang dinilai belum sepenuhnya menjangkau warga yang membutuhkan.
Zigo mengatakan akan mengevaluasi mekanisme pengusulan apabila pelaksanaannya tidak sesuai dengan tujuan program. Ia menegaskan bahwa kuota bantuan harus dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan rumah layak huni.
“Yang paling penting bagaimana membantu masyarakat memperbaiki rumahnya, dari rumah tidak layak menjadi rumah yang layak. Masyarakat miskin harus kita bantu, jangan bicara politik dulu,” pungkasnya.
Zigo berharap program BSPS dapat menjangkau lebih banyak keluarga berpenghasilan rendah. Ia menekankan bahwa kondisi rumah dan kebutuhan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama dalam penentuan penerima bantuan. (Gilang)


















