Pesisir Selatan, PilarbangsaNews
Sempat menjadi sorotan media, dan perhatian dari Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, pembangunan jembatan Inunang, di Kecamatan Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, pihak rekanan perlahan-lahan mulai menyelesaikan tunggakan.
Upah pekerja, uang ganti rugi lahan, hingga utang pembelian semen yang sebelumnya menjadi keluhan masyarakat dilaporkan telah dibayarkan pihak kontraktor.
Syafrizal, salah seorang pemilik lahan yang terdampak pembangunan jembatan tersebut, mengungkapkan rasa syukur, akhirnya uang ganti rugi lahan dibayarkan.
Ia, sekaligus menyampaikan apresiasi kepada para wartawan yang telah membantu menyuarakan keluhan masyarakat melalui pemberitaan.
“Alhamdulillah, akhirnya hak kami dibayarkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh awak media yang telah membantu menyampaikan aspirasi kami. Karena memang selama ini kami kesulitan menghubungi pihak kontraktor,” ujar Syafrizal kepada media, Jumat (23/10/2026).
Sebelumnya, berdasarkan hasil pantauan sejumlah awak media di lapangan pada pertengahan Oktober 2026, tidak ditemukan aktivitas pekerjaan pada proyek pembangunan Jembatan Gantung Inunang.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kelanjutan pembangunan yang masih jauh dari penyelesaian.
Dalam pemberitaan sebelumnya, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pesisir Selatan, saat dikonfirmasi Jumat (16/10/2026), menjelaskan bahwa progres fisik pembangunan jembatan baru mencapai sekitar 35 persen, sementara pencairan anggaran telah mencapai 30 persen.
Pihak Dinas PUPR ketika itu menyebutkan terhentinya pekerjaan disebabkan keterlambatan kedatangan material.
Kendati demikian, pihak pelaksana tetap diwajibkan menyelesaikan pembangunan sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Sementara itu, berdasarkan informasi di lapangan, Jumat (23/10/2026), aktivitas pembangunan Jembatan Gantung Inunang mulai kembali terlihat. Sejumlah pekerja tampak telah kembali bekerja di lokasi proyek setelah sebelumnya pekerjaan sempat terhenti.(ori)


















