Web Hosting
Web Hosting
Berita

Narasumber di Seminar APEKSI, Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati Ingatkan Mitigasi Kebencanaan dan Ikhtiar Spritual Berjalan Seiring

×

Narasumber di Seminar APEKSI, Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati Ingatkan Mitigasi Kebencanaan dan Ikhtiar Spritual Berjalan Seiring

Sebarkan artikel ini

Padang, PilarbangsaNews

Mantan Wali Kota Padang periode 2004-2014 Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Datuak Sati mengingatkan daerah yang rawan gempa bumi dan tsunami untuk meningkatkan kewaspadaan dengan terus menggiatkan mitigasi kebencanaan.

 

 

“Jika terjadi bencana gempa bumi dan ancaman tsunami, kita tidak boleh panik. Segera selamatkan diri dan keluarga menjauh dari pantai. Karena mitigasi bencana sangat perlu untuk mengetahui langkah-langkah penyelamatan diri pada detik-detik setelah gempa bumi terjadi,” kata Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati., yang kini adalah Ketua Umum LKAAM Sumatera Barat.

 

Warning dari Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si ini disampaikan dalam Seminar Kebencanaan Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Santika Padang, Rabu (30/9/2026).

 

Seminar ini diikuti 24 Wali Kota di Pulau Sumatera dengan tuan rumah Wali Kota Padang Fadly Amran, bersama dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk berbagi pengalaman mitigasi bencana dan kesiapsiagaan daerah, termasuk penanganan pascabencana hidrometeorologi.

 

Pengalaman Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati saat memimpin penanggulangan bencana gempa bumi pada 30 September tahun 2009, menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi peserta seminar, terutama diperlukannya sosok kepemimpinan yang kuat dalam mengkordinasikan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan pasca bencana.

 

Kesiapsiagaan harus menjadi budaya masyarakat. Bencana, khususnya gempa bumi, dapat terjadi kapan saja tanpa bisa diprediksi. Karena itu, masyarakat tidak boleh hanya bersiap setelah bencana terjadi, tetapi harus membangun budaya siaga sejak dini.

 

“Pendidikan kebencanaan harus dimulai sejak dini. Edukasi dan mitigasi bencana perlu diberikan secara berkelanjutan kepada masyarakat dan saya usulkan agar pendidikan kebencanaan dimasukkan kedalam kurikulum sekolah. Dengan demikian, anak-anak dan generasi muda memiliki pengetahuan dasar untuk menyelamatkan diri ketika bencana terjadi,” ujar Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati.

 

Kepedulian dan gotong royong juga menjadi kekuatan menghadapi bencana. Berdasarkan pengalaman gempa bumi Padang tahun 2009, Fauzi Bahar mengatakan betapa tingginya solidaritas masyarakat. Bantuan dari berbagai pihak berdatangan, tanpa melihat lagi asal suku, daerah dan apa agamanya.

 

“Pengalaman gempa bumi Kota Padang menunjukkan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi dan memulihkan dampak bencana,” ujarnya.

 

Di akhir paparannya, Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati mengatakan, mitigasi kebencanaan harus berjalan beriringan dengan ikhtiar spiritual. Masyarakat jangan lupa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT sekaligus terus melakukan upaya mitigasi bencana.

 

Pada kesempatan itu, APEKSI memberikan Piagam Penghargaan kepada Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati. Kemudian 24 Kepala BPBD se-Sumatera menandatangani perjanjian kerjasama antarpemerintah kota dalam bidang mitigasi dan penanggulangan kebencanaan. (gk)