Pesisir Selatan, PilarbangsaNews
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat, Doni Harsiva Yandra, melakukan kunjungan lapangan ke Kenagarian Koto Berapak, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan pada Sabtu, (4/4/2026), guna meninjau langsung progres pembangunan peningkatan saluran irigasi D.I Batang Bayang.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus memastikan pembangunan yang menggunakan dana APBD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2025 berjalan sesuai rencana dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian di wilayah Bayang.
Dalam kunjungan itu, Doni Harsiva Yandra mengatakan bahwa pembangunan saluran irigasi ini merupakan tindak lanjut dari berbagai usulan dan aspirasi masyarakat yang telah disampaikan sebelumnya.
“Peningkatan saluran irigasi D.I Batang Bayang ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat, terutama para petani yang sangat bergantung pada ketersediaan air untuk lahan pertanian mereka,” ujar Doni Harsiva Yandra.
Ia menegaskan, infrastruktur irigasi memiliki peran penting dalam menjaga produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah.
“Dengan saluran yang lebih baik, distribusi air ke sawah masyarakat akan semakin lancar, sehingga hasil pertanian diharapkan meningkat dan kesejahteraan petani juga ikut terangkat,” tambahnya.
Kegiatan kunjungan lapangan tersebut turut didampingi oleh Wali Nagari Koto Berapak, perangkat nagari, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran unsur pemerintahan nagari dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Masyarakat setempat menyambut baik pembangunan peningkatan saluran irigasi tersebut. Mereka berharap proyek ini dapat segera rampung sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan, terutama untuk mendukung musim tanam.
Doni juga menekankan pentingnya pengawasan bersama agar kualitas pekerjaan tetap terjaga.
“Kami ingin pembangunan ini benar-benar berkualitas dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat Bayang,” tutupnya. (Gilang)















