Lubuk Sikaping, PilarbangsaNews
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Dr. Yasril, S.Ag.,MA menanggapi perihal adanya pemberitaan media online terkait adanya tudingan praktik pungutan liar (Pungli) di tubuh Kementerian Agama Pasaman tersebut. Ia menyayangkan pemberitaan itu yang tidak berimbang dan tidak dikonformasikan kepadanya.
“Harusnya sebagai jurnalis profesional itu, datang ke kantor kami, supaya jelas seperti apa ceritanya. Jangan seperti ini berita tanpa konfirmasi yang bernilai negatif bagi masyarakat,” ujar Yasril, Kamis 13 Maret 2026.
Menurutnya, pemberitaan terkait dugaan pungutan liar itu harus bisa dipertanggungjawabkan, jangan asal tulis saja. Sehingga menjadi fitnah bagi pihak-pihak yang dituduhkan.
“Kami sangat menyayangkan atas pemberitaan yang tidak baik tersebut. Sangat mencoreng nama institusi. Ini Kementerian Agama. Kalau memang ada bukti yang kuat, ya adukan saja ke APH, kami tidak ada masalah,” katanya.
Yasril menerangkan, tujuan dari kawan-kawan mengumpulkan sumbangan di Kementerian Agama Pasaman itu murni untuk sosial. Mereka tergerak hatinya untuk membantu korban musibah banjir bandang, tidak hanya di Kabupaten Pasaman bahkan di Kabupaten Agam.
“Saya kira ini sangat penting dibantu karena yang menjadi korban adalah saudara kita juga. Tidak ada uang ASN Kemenag ditahan, tidak ada seperti itu. Apa yang diberitakan media online tersebut jauh dari faktanya,” ujar Yasril.
Kemudian, Yasril juga menjelaskan tentang Hari Amal Bakti (HAB) itu puncaknya dilaksanakan pada 3 Januari 2026. Namun karena sesuatu hal yang tidak bisa dilaksanakan, maka pelaksanaannya diundur. (Zul)









