Web Hosting
Web Hosting
Berita

Kolaborasi Direksi dan Komisaris PT Garam Lahirkan Arah Baru Garam Indonesia

469
×

Kolaborasi Direksi dan Komisaris PT Garam Lahirkan Arah Baru Garam Indonesia

Sebarkan artikel ini

Surabaya, PilarbangsaNews 

 

 

PT Garam gasspool jalankan perintah Presiden Prabowo Subianto terkait stop impor garam. Pada pisah sambut Direksi dan Komisaris PT Garam, Rabu (6/2/2025) di Surabaya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Trenggono  menegaskan kembali arahan Presiden tersebut.

 

“Manajemen PT Garam harus all out dan fokus dalam memperkuat sektor garam nasional. Stop ketergantungan pada impor garam. PT Garam adalah BUMN punya peran strategis mengejawantahkan ketersediaan garam nasional untuk sektor industri. Momentumnya sekarang, Bapak Presiden inginkan tahun ini PT Garam ikut andil mencapai swasembada pangan nasional,” ujar Sakti Trenggono.

 

Dari siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan mengatakan produksi garam nasional bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri di banyak sektor industri pada 2027.

 

“Berdasarkan informasi terkini, kebutuhan garam di sektor makanan dan minuman mencapai 500.000 ton dan seharusnya tidak perlu impor. Kami akan melakukan perhitungan dan kajian lebih lanjut bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian,” ujar Trenggono.

 

Pihak manajemen dan komisaris pun berkolaborasi merumuskan hempang impor garam. “Kita bekerja seperti di task force untuk merumuskan langkah supaya produksi garam nasional bisa gantikan garam impor. Allhamdulillah kolaborasi direksi dan komisaris PT Garam rencana stop impor siap aksi,” ujar Komisaris Independen PT Garam Masril Koto, Kamis (7/2/2025).

 

Satu poin strategis PT Garam itu kata Masril Koto yaitu siapkan industri garam yang moderen. Kolaborasi PT Garam digodok sejak Senin di Surabaya meracik tentang arah baru garam Indonesia.

 

“Kita di jajaran Komisaris tegas back up full manajemen dan pengawasan visi misi arah baru garam Indonesia. Ini menjaga amanat yang dititipkan Bapak Presiden untuk mengawal swasembada dan membangun industri garam yang lebih moderen sesuai kebutuhan stock nasional kita, baik garam konsumsi maupun garam industri,” ujar Masril Koto. (Gilang)