Web Hosting
Web Hosting
Berita

Pengukuhan Bunda Literasi Kelurahan dan Kecamatan, Gerakan Semangat Membaca

255
×

Pengukuhan Bunda Literasi Kelurahan dan Kecamatan, Gerakan Semangat Membaca

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, PilarbangsaNews

Komitmen Kota Pekanbaru untuk menumbuhkan budaya literasi semakin kuat. Hal ini ditandai dengan pengukuhan 83 orang Bunda Literasi disetiap Kelurahan dan 15 orang Bunda Literasi disetiap Kecamatan, sebuah langkah strategis yang diyakini akan memperluas jangkauan gerakan membaca hingga ke lapisan masyarakat paling dekat.

 

 

Bunda Literasi Kota Pekanbaru, Hj. Sulastri Agung S.Sos., M.H., menyampaikan rasa syukur sekaligus optimismenya terhadap hadirnya para bunda literasi yang kini tersebar di seluruh wilayah kota Pekanbaru.

 

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah mengukuhkan Bunda-bunda Literasi di setiap Kelurahan dan Kecamatan se kota Pekanbaru. Artinya, ini semakin meningkatkan potensi kita untuk membangun budaya baca bagi masyarakat di Kota Pekanbaru,” ujar Sulastri.

 

Menurutnya, kehadiran para bunda literasi di setiap kecamatan dan kelurahan menjadi motor penggerak baru dalam upaya menghidupkan kembali minat membaca masyarakat, terutama anak-anak. Ia menegaskan bahwa membaca buku memiliki peran yang tidak dapat digantikan oleh aktivitas membaca di ponsel.

 

“Dengan adanya bunda-bunda literasi ini, kita berharap antusiasme masyarakat, terutama anak-anak, bisa tumbuh kembali. Kita ingin mereka kembali membaca buku bukan sekadar membaca dari ponsel, WhatsApp, atau Instagram,” tutup Sulastri.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Kadispusip) Kota Pekanbaru, Drs. H. Muhammad Amin, M.Si, menegaskan bahwa literasi bukan hanya soal membaca, tetapi bagaimana masyarakat membangun kecerdasan pengetahuan dan budi pekerti untuk mendukung pembangunan kota.

 

“Literasi itu bagaimana membuat masyarakat kita cerdas dan memiliki pengetahuan. Dengan kecerdasan dan budi pekerti, pemerintah akan lebih mudah membangun masyarakat, karena seluruh pembangunan ditujukan untuk mereka,” ujar Muhammad Amin.

 

Ia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan berbagai sarana dan fasilitas untuk mendorong minat baca masyarakat. Namun, ia menekankan bahwa yang dibutuhkan bukan sekadar aktivitas membaca, melainkan membaca hal-hal yang baik dan mampu mendewasakan.

 

“Membaca hal yang positif secara otomatis akan mempermudah pemerintah membangun kota yang kita cintai ini,” katanya.

 

Gerakan literasi yang digagas Pemko Pekanbaru kini diperkuat sampai ke tingkat kelurahan. Menurut Amin, penguatan ini diharapkan dapat terintegrasi dengan kegiatan masyarakat, termasuk melalui posyandu dan program Bunda PAUD.

 

“Harapannya kedepan, di setiap posyandu yang ada di kota Pekanbaru bisa disiapkan pojok- pojok baca. Jika pojok baca tersedia, masyarakat punya ruang untuk mengakses bahan bacaan,” jelas M. Amin didampingi Sekretaris Dispusip Pekanbaru, Nofrita Deli, S.Pd., M.Si.

 

Tidak hanya menghadirkan pojok baca fisik, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga tengah mendorong digitalisasi bahan bacaan hingga ke posyandu. Hal ini dianggap krusial karena pola konsumsi informasi masyarakat, khususnya remaja, kini lebih banyak berasal dari konten digital.

 

“Ini yang kita harapkan, bagaimana digitalisasi bisa masuk sampai ke posyandu. Hari ini, banyak masyarakat terutama remaja lebih sering membaca konten yang kadang justru menimbulkan masalah,” ujar Amin.

 

“Dengan literasi digital yang terarah ini, masyarakat diharapkan memperoleh bahan bacaan yang lebih berkualitas dan mendukung pembentukan karakter positif. Tentunya Setelah dikukuhkan para ibu lurah, dan ibu camat bisa menggerakkan keluarga untuk aktif dalam kegiatan literasi,” tutupnya. (Mirza)