Pekanbaru, PilarbangsaNews
Pemerintah Kota Pekanbaru menerima kunjungan tim Direktorat Monitoring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dalam rangka memantau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional. Kunjungan ini berfokus pada implementasi, distribusi, dan konsumsi makanan bergizi di sekolah-sekolah, dengan SMP Negeri 25 Pekanbaru sebagai lokasi pemantauan utama.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kehadiran tim KPK. Ia menilai kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap transparansi dan efektivitas pelaksanaan program.
“Alhamdulillah, hari ini kita menerima kunjungan dari Direktorat Monitoring KPK RI terkait implementasi program Makan Bergizi Gratis di Kota Pekanbaru. Kami dari Pemerintah Kota menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada KPK RI atas perhatian dan pendampingannya,” ujar Masykur.
Menurutnya, pihak KPK RI tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga berdialog langsung dengan pihak sekolah, Dinas Pendidikan, serta perwakilan penyedia makanan bergizi (SPPG) untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan di lapangan.
“Kami banyak berdiskusi, baik dengan pihak sekolah, korwil, maupun penyedia makanan. Banyak masukan yang disampaikan untuk penyempurnaan program ini agar implementasinya semakin baik ke depan,” tambah Masykur, Senin (03/11/2025).
Dalam kunjungan tersebut, KPK menyoroti aspek kualitas bahan pangan dan ketepatan waktu distribusi. Masykur menjelaskan bahwa tantangan terbesar di lapangan bukan pada standar bahan makanan, tetapi pada proses produksi yang memerlukan waktu panjang sehingga dapat memengaruhi kesegaran makanan, khususnya sayuran dan buah-buahan.
“SPPG yang melayani SMPN 25 memulai proses memasak sejak pukul 11 malam hingga selesai sekitar pukul 6 pagi. Setelah itu, makanan baru didistribusikan ke sekolah-sekolah hingga siang hari. Jadi, memang ada jeda waktu cukup lama, terutama untuk bahan segar,” jelas Masykur.
Kunjungan KPK ini, lanjut Masykur, merupakan bagian dari agenda nasional dalam memantau pelaksanaan program strategis Presiden di berbagai daerah. Monitoring dilakukan di sejumlah provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia, dengan pola yang serupa.
“Mereka datang bukan untuk mencari kesalahan, tetapi menggali informasi sebanyak-banyaknya agar pelaksanaan program ini bisa lebih optimal. Hasil dari kunjungan ini nantinya akan menjadi rekomendasi nasional,” ujar Masykur.
Pemerintah Kota Pekanbaru menyatakan siap berkolaborasi penuh dengan pemerintah pusat, KPK, dan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tujuan utama kita adalah agar anak-anak mendapatkan makanan bergizi yang layak, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat lokal. Kami yakin dengan sinergi dan pengawasan yang baik, program ini akan memberi manfaat luas,” tutup Masykur.
Kepala SMPN 25 Pekanbaru, Asbullah, menegaskan bahwa pihaknya ingin menunjukkan kondisi sebenarnya di sekolah, terutama terkait pelaksanaan program MBG yang menjadi perhatian publik.
“Kami menyambut baik kedatangan tim dari KPK ke SMPN 25. Tidak ada persiapan khusus karena kami ingin mereka melihat langsung bagaimana pelaksanaan program MBG di sekolah kami,” ujar Asbullah.
Menurutnya, tim KPK memberikan pandangan positif terhadap pelaksanaan program MBG yang selama ini dijalankan di SMPN 25 Pekanbaru. Sekolah dinilai konsisten dalam menjaga kualitas dan keberlangsungan program makan bergizi bagi peserta didik.
“Kami juga menjelaskan kepada mereka soal konsistensi kegiatan MBG di sini. Kalau misalnya ada makanan yang terasa kurang segar, anak-anak kami tidak langsung mengonsumsi. Kami ganti dengan yang baru. Itu sudah jadi komitmen,” tutup Asbullah. (Mirza)













