Web Hosting
Web Hosting
Berita

Tim Majalah Digital Suluah Mengulik Peran Niniak Mamak dalam Upaya Mengurangi Tingginya Angka Perceraian di Ranah Minang

×

Tim Majalah Digital Suluah Mengulik Peran Niniak Mamak dalam Upaya Mengurangi Tingginya Angka Perceraian di Ranah Minang

Sebarkan artikel ini

Padang, PilarbangsaNews

Tim Majalah Digital Suluah Pengadilan Tinggi Agama Padang melakukan kunjungan ke Gedung LKAAM Provinsi Sumbar untuk melaksanakan silaturrahim, diskusi dan wawancara, Kamis (15/10/2026).

 

 

Tim Majalah Digital Suluah diterima langsung oleh Ketua Umum LKAAM Sumbar Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si., Datuak Sati didampingi Sekretaris LKAAM Sumbar Arfa Kasni MS, SP, MMP, C.Med. Datuak Tumangguang dan Drs. M. Nasir Dt. Sampono Batuah.

 

Pertemuan ini membahas peran ninik mamak dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, khususnya dalam persoalan perceraian ditinjau dari perspektif adat Minangkabau.

 

Diskusi ini mengangkat pentingnya kedudukan ninik mamak sebagai pemangku adat yang memiliki tanggung jawab dalam membimbing kemenakan, menjaga keharmonisan keluarga, serta memelihara nilai-nilai adat dan budaya Minangkabau.

 

Suasana diskusi Tim Majalah Digital “Suluah” dengan Ketum LKAAM Sumbar Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati

 

Keterlibatan ninik mamak diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memberikan nasihat dan mendorong penyelesaian persoalan rumah tangga secara bijaksana, tanpa mengesampingkan ketentuan hukum yang berlaku.

 

“Kedepan kita berharap adanya peran yang lebih nyata keterlibatan Niniak Mamak bagi permasalahan anak kemenakan yang bermasalah dalam rumah tangganya untuk terlebih dahulu bertanya dan meminta nasehat kepada Niniak Mamak sebelum permasalahan mereka diajukan ke Pengadilan Agama,” kata Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati.

 

Tim dari Pengadilan Tinggi Agama Padang, dipimpin oleh Dr. Drs. Amril Mawardi, S.H., M.H. (Hakim PTA) dan didampingi oleh Mukhlis, S.H., Arya Jaya Shentika, S.H., Arya Dwi Putra, S.I.Kom. dan Aye Hadiya.

 

Selain membahas peran ninik mamak, wawancara tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan Majalah Digital Suluah PTA Padang sebagai media informasi, edukasi, dan literasi hukum bagi masyarakat. Melalui publikasi ini, nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau diharapkan dapat disajikan secara informatif serta dikaitkan dengan dinamika kehidupan dan penyelenggaraan peradilan agama.

 

Kegiatan ini merupakan upaya Pengadilan Tinggi Agama Padang untuk memperkaya wawasan masyarakat mengenai hubungan antara adat dan hukum dalam persoalan keluarga, sekaligus memperkuat peran media digital dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan relevan dengan kehidupan masyarakat Sumatera Barat. (Rel)