Web Hosting
Web Hosting
Berita

Sumbar Jadi Anomali, Trafik Penerbangan Tetap Tumbuh di Tengah Dampak Bencana Sumatera

×

Sumbar Jadi Anomali, Trafik Penerbangan Tetap Tumbuh di Tengah Dampak Bencana Sumatera

Sebarkan artikel ini

Padang, PilarbangsaNews

Pergerakan penumpang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) tetap meningkat saat sejumlah bandara di Sumatera mengalami penurunan trafik akibat dampak bencana pada tahun lalu. Kondisi tersebut dinilai menjadi anomali dalam sektor kebandarudaraan.

 

 

Department Head Branch Communication & CSR Bandara Internasional Minangkabau, Feni Lindriany, mengatakan tren tersebut berbeda dengan kondisi yang terjadi di berbagai daerah lain di Pulau Sumatera.

 

“Disaat bencana melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada tahun lalu, pergerakan penerbangan di berbagai bandara mengalami penurunan. Namun, kondisi di Sumatera Barat relatif stabil, bahkan menunjukkan peningkatan. Hal ini menjadi sesuatu yang cukup anomali dalam dunia kebandarudaraan,” kata Feni saat membuka kegiatan Minangkabau Experience Service Bootcamp di Padang, Selasa (1/9/2026).

 

Menurut Feni, Angkasa Pura Indonesia kemudian menelusuri faktor yang menyebabkan trafik penerbangan di Sumatera Barat tetap tumbuh. Hasilnya, sektor pariwisata dinilai menjadi salah satu penopang utama peningkatan pergerakan penumpang di Bandara Internasional Minangkabau.

 

Ia menjelaskan, BIM dalam beberapa waktu terakhir terus menerima kedatangan wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik yang ingin menikmati berbagai destinasi wisata di Sumatera Barat.

 

“Bandara Internasional Minangkabau dipenuhi wisatawan asing yang datang untuk berwisata, sekaligus wisatawan domestik yang turut mempromosikan berbagai destinasi di Sumatera Barat melalui media sosial,” ujarnya.

 

Feni menilai promosi yang dilakukan wisatawan melalui media sosial turut memperkuat daya tarik pariwisata Sumatera Barat. Berbagai unggahan mengenai destinasi wisata dan lokasi tersembunyi atau hidden gem dinilai mampu menarik minat wisatawan baru untuk berkunjung.

 

Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan bahwa sektor pariwisata memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan trafik penerbangan di Sumatera Barat. Dukungan bentang alam yang beragam, mulai dari pegunungan, lembah, pantai hingga lautan, ditambah kekayaan budaya Minangkabau, menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

 

“Banyak orang mengatakan bahwa Sumatera Barat tidak kalah menarik dibandingkan Bali. Karena itu, kami merasa perlu untuk turut membantu dan membersamai teman-teman semua dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan, khususnya bagi para pelaku wisata,” katanya.

 

Karena itu, Angkasa Pura Indonesia mendorong seluruh pemangku kepentingan pariwisata untuk terus memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kualitas layanan wisata. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga pertumbuhan kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan pergerakan penumpang melalui Bandara Internasional Minangkabau. (Gilang)