Padang Aro, PilarbangsaNews
Sebanyak 80 karateka Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) Cabang Solok Selatan mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat Kyu / Sabuk Mudansha. Ujian digelar di Aula SMA Negeri 3 Solok Selatan, Minggu (4/10/2026).
Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) Lemkari Sumatera Barat, Agusmardi, B.Ac, DAN IV hadir langsung sebagai Tim Penguji Pengprov Lemkari Sumbar. Kehadirannya sekaligus mewakili Ketua Umum Lemkari Sumbar, Sensei Nanda Satria, S.IP.
Turut hadir Ketua Pengurus Lemkari Cabang Solok Selatan, Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Solok Selatan Nasrimal Putra, S.Pd.I, anggota MSH Lemkari Solsel Senpai Ermadiani, S.Pd.I, serta para orang tua karateka (kohai).
Dalam sambutannya di Bumi Seribu Rumah Gadang, Agusmardi menegaskan bahwa ujian Kyu bukan sekadar ajang kenaikan sabuk, melainkan pembentukan karakter.
“Sebagai Ketua MSH Lemkari Sumbar yang hadir langsung di sini, saya berpesan: Tunjukkan kemampuan terbaik kalian hari ini, namun tetaplah rendah hati. Junjung tinggi etika, sopan santun, dan semangat persaudaraan bela diri,” ujarnya.
Peserta Ujian Kenaikan Kyu Lemkari Solsel
Menurutnya, kejujuran dan karakter seorang karateka jauh lebih penting daripada sekadar penguasaan teknik.
“Kepada anggota MSH Lemkari Solok Selatan, mari kita laksanakan tugas sebagai perpanjangan tangan Dewan Guru dengan penuh semangat, sehingga keberadaan Lemkari benar-benar dirasakan. Tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tapi juga membina generasi muda bangsa,” tegas Agusmardi.
Apresiasi untuk Senpai Ermadiani
Pada kesempatan itu, Agusmardi memberikan apresiasi khusus kepada Senpai Ermadiani, S.Pd.I, yang disebutnya sebagai sahabat seperguruan sejak sabuk putih.
“Saya salut dengan Senpai Ermadiani. Di usia yang sudah tidak muda lagi, 54 tahun, setelah lama vakum, beliau bertekad kuat meraih Sabuk Hitam. Dengan tekad itu, beliau berhasil meraih DAN I pada Ujian Yudansha Lemkari 16-18 September 2022 di INS Kayu Tanam,” ungkapnya.
Perjuangan Ermadiani yang sehari-hari berprofesi sebagai guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 3 Solok Selatan itu dinilainya menjadi inspirasi.
“Bak pepatah Minang, Mak Mangguang Mambali Padi, Padi dibali Gadih Nan Banyak, Siak Tanggung Parewa Tak Jadi, Siapo Kasabutan Diri Awak,” ucapnya.
Agusmardi juga menyampaikan kabar gembira, tahun 2026 ini dari Solok Selatan akan kembali lahir dua karateka pemilik DAN I Lemkari.
Di penghujung sambutan, ia menegaskan akan memberikan penilaian yang objektif dan membangun, karena semua adalah satu keluarga besar Lemkari.
Jaring Bibit Atlet Solsel
Sementara itu, di sela ujian, pelatih yang juga pengurus Lemkari Solsel, Ermadiani menjelaskan, Lemkari merupakan wadah untuk membina kedisiplinan anak dan remaja guna membangun sikap, mental yang kuat dan mandiri.
“Lemkari di Solsel menjadi wadah untuk menjaring serta mendapatkan bibit-bibit atlet karateka yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama Solok Selatan,” ujarnya.
Terkait materi ujian, Ermadiani merinci meliputi Kihon (gerakan dasar), Kata (rangkaian jurus), dan Kumite (kemampuan bertanding) yang disesuaikan dengan tingkatan sabuk masing-masing karateka.
Ujian berlangsung khidmat, tertib, dan penuh semangat sportivitas. (Gilang)



















