Pasaman, PilarbangsaNews
Keran medali emas Kontingen Kabupaten Pasaman akhirnya terbuka dari atas matras taekwondo. Rizon Badarsyah tampil sebagai pembuka jalan setelah sukses merebut medali emas perdana Pasaman pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat 2026.
Rizon memastikan prestasi tersebut setelah tampil impresif pada nomor 63 kilogram putra di GOR Alimin Sinapa, Tanjung Paku, Kota Solok, Minggu (4/10/2026).
Kemenangan ini langsung menjadi kabar gembira bagi Kontingen Pasaman. Ditengah ketatnya persaingan Porprov XVI, Rizon berhasil mengibarkan bendera Pasaman di podium tertinggi sekaligus membuka peluang bagi cabang olahraga lainnya untuk mengejar tambahan medali.
Atlet kelahiran Nagari Simpang, Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, tahun 2003 itu memang datang dengan persiapan matang. Sebagai salah satu atlet Pelatda, Rizon telah dipersiapkan menghadapi persaingan tingkat provinsi.
Sejak pertandingan awal, penampilannya terlihat meyakinkan. Kecepatan bergerak, akurasi tendangan, keberanian mengambil momentum dan kemampuan membaca pola serangan lawan menjadi senjata utama Rizon hingga mampu melewati setiap tahapan pertandingan.
Puncaknya terjadi di partai final. Rizon mampu menjaga konsentrasi dan performanya hingga akhirnya memastikan dirinya sebagai juara kelas 63 kilogram putra Porprov XVI Sumbar.
Emas tersebut bukan sekadar tambahan angka dalam klasemen. Bagi Pasaman, kemenangan Rizon menjadi pemecah kebuntuan sekaligus suntikan moral bagi atlet-atlet lainnya yang masih berjuang di berbagai cabang olahraga.
Target Dua Emas, Satu Sudah Dalam Genggaman
Pelatih Taekwondo Pasaman, Neldi Chandra, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan tersebut. Pada Porprov XVI Sumbar, Taekwondo Pasaman menurunkan sembilan atlet dengan target memboyong dua medali emas.
“Alhamdulillah, satu sudah didapat. Insyaallah, besok bisa menyusul medali lainnya. Emas ini kami persembahkan sebagai kado ulang tahun Kabupaten Pasaman yang ke-81,” ujar Neldi melalui pesan WhatsApp kepada awak media.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa perjuangan Taekwondo Pasaman belum selesai. Satu emas telah diamankan, namun masih ada peluang untuk menambah koleksi medali.
Neldi sendiri bukan sosok asing dalam dunia taekwondo Sumatera Barat. Mengantongi DAN 6 Kukkiwon, ia merupakan praktisi senior taekwondo yang saat ini dipercaya sebagai Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Taekwondo Sumatera Barat.
Pengalaman panjang tersebut menjadi salah satu modal dalam membentuk kesiapan atlet Pasaman, mulai dari aspek teknik, fisik hingga mental menghadapi pertandingan.
Di luar aktivitasnya sebagai pelatih, Neldi juga menjalankan tugas sebagai ASN pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pasaman.
Perpaduan antara tugas kedinasan dan pembinaan olahraga tersebut menjadi bagian dari dedikasinya dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Ketua KONI Kabupaten Pasaman, SY Ade Herman, S.H., memberikan apresiasi atas keberhasilan Rizon bersama tim pelatih Taekwondo Pasaman.
Menurutnya, medali emas tersebut membuktikan bahwa atlet Pasaman memiliki kemampuan untuk bersaing dengan atlet terbaik dari kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat.
“Kami KONI Pasaman bersama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih atas prestasi dan kerja keras yang telah ditunjukkan atlet dan pelatih. Medali emas dari Rizon ini membuktikan bahwa potensi atlet Pasaman mampu berbicara banyak di tingkat provinsi.
Bagi KONI Pasaman, capaian tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh kontingen. Apalagi, persaingan Porprov XVI masih berlangsung dan peluang menambah medali masih terbuka lebar.
Kado Emas untuk Hari Jadi Pasaman ke-81
Yang membuat kemenangan Rizon semakin istimewa, emas tersebut hadir di tengah rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasaman ke-81.
Medali emas dari matras taekwondo itu pun terasa seperti kado olahraga bagi masyarakat Pasaman.
Rizon telah membuka pintu. Kini, harapan tertuju kepada atlet-atlet Pasaman dari cabang olahraga lainnya untuk mengikuti jejaknya.
Perjuangan Kontingen Pasaman di Porprov XVI Sumbar belum berakhir. Namun satu hal telah dipastikan: emas pertama sudah berada di tangan Pasaman, dan nama Rizon Badarsyah tercatat sebagai atlet yang membuka keran emas tersebut.
Bagi Rizon, medali itu bukan sekadar keping emas. Ia merupakan buah dari latihan panjang, disiplin, kerja keras, keberanian bertanding dan dukungan banyak pihak yang selama ini berada di belakang perjuangannya.
Dari matras taekwondo Kota Solok, Rizon Badarsyah mengirim pesan tegas: Pasaman datang ke Porprov XVI bukan sekadar untuk bertanding, tetapi untuk merebut prestasi. (Zul)


















