Web Hosting
Web Hosting
Berita

Penggiat Kuliner dan Ekraf Kabupaten Solok Ikuti Adcamp Skill Up Lab Kemen Ekraf

×

Penggiat Kuliner dan Ekraf Kabupaten Solok Ikuti Adcamp Skill Up Lab Kemen Ekraf

Sebarkan artikel ini

Solok, PilarbangsaNews

Sebanyak 51 orang penggiat kuliner dan ekonomi kreatif se-Kabupaten Solok mengikuti Adcamp Skill Up Lab di Hotel Premier Syariah Kota Solok, Jumat-Sabtu (21-22/8/2026). Kegiatan ini merupakan upaya dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) untuk pemulihan terhadap penggiat Ekraf di daerah terdampak bencana banjir dan longsor untuk bangkit dan meningkatkan kemampuan.

 

 

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemen Ekraf) Cecep Rukendi, dan dihadiri oleh Direktur Periklanan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Andy Ruswar, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok Marcos Sophan, Kepala Dinas Koperindag UKM Kabupaten Solok Radiatul Hayat dan 51 orang peserta.

 

Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi menegaskan bahwa fokus utama terhadap sektor ekonomi kreatif adalah akselerasi atau percepatan.

 

Menurutnya, ada tiga hal utama yang mesti jadi prioritas utama sektor ekonomi kreatif, yakni branding, packaging dan promotion. Dalam kegiatan ini, Kemen Ekraf berkolaborasi dengan tokoh-tokoh periklanan di level pusat dan daerah. Sehingga, meski beberapa waktu lalu terdampak bencana banjir dan longsor beberapa waktu lalu, sektor ekonomi kreatif tetap harus berkembang.

 

“Fokus Ekraf adalah akselerasi. Yakni terdiri dari branding, packaging dan promotion. Sehingga, produk-produk Ekraf di daerah-daerah memiliki nilai berbeda saat digarap secara kreatif dan memberikan nilai tambah terhadap suatu produk. Contohnya, satu kilogram rendang, bisa dijual jauh berbeda saat diberi merek, dikemas, dan dipromosikan. Jadi seluruh peserta nantinya akan difokuskan bagaimana produk-produk mereka bisa menempel di fikiran dan hati masyarakat,” ujarnya.

 

Cecep Rukendi juga menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif merupakan pilar pertumbuhan ekonomi negara. Menurutnya, pemerintah pusat melalui Kemen Ekraf tidak hanya fokus pada rekonstruksi fisik pascabencana, tapi juga fokus pada pengembangan dan akselerasi terhadap penggiat Ekraf.

 

“Saat ini, transformasi pembangunan dan ekonomi dunia, termasuk Indonesia, terjadi pergeseran paradigma. Yakni dari sektor agriculture menjadi industri dan kini bergerak ke digital creative. Sehingga, sebuah produk tidak hanya fokus pada jumlah atau hasil produksi dan teknologi industri yang digunakan, tapi juga bagaimana sebuah produk bisa dikenal, masuk ke alam bawah sadar masyarakat dan nilai produknya meningkat. Caranya tentu saja dengan branding, packaging dan promotion,” tegasnya.

 

Direktur Periklanan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Andy Ruswar menegaskan bahwa Adcamp Skill Up Lab tak sekedar pelatihan teori dan praktik, tapi peserta ditargetkan siap jadi. Skill yang dilatih selama dua hari ini, Jumat-Sabtu (21-22/8/2026), menggunakan konsep etnetif. Yakni memproduksi apa yang diinginkan atau dibutuhkan oleh industri kreatif dan masyarakat.

 

“Selama ini, anak muda itu main media sosial tak ada tujuan. Lewat pelatihan ini, postingan mereka punya punya nilai ekonomi tersendiri, melalui branding, packaging dan promotion. Jadi semua peserta Adcamp ini harus jadi dan memberikan nilai tambah terhadap ekonomi kreatif di Kabupaten Solok,” ulasnya.

 

Dalam pelatihan ini, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif menggandeng tiga asosiasi perusahaan iklan, yakni Indonesia Digital Association (IDA), Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesian (P3I), dan Ikatan Rumah Produksi Iklan Indonesian (IRPII).

 

“Sebanyak 50-an peserta, kita ingin mereka ikut pelatihan ini bukan untuk sekedar ikut, dapat uang saku, dapat makan dan baju kaus saja. Tetapi, semua peserta diharapkan mampu mengembangkan ilmunya di ekonomi kreatif masing-masing nantinya, yang pada akhirnya menjadi nilai ekonomi tersendiri baginya dan daerah,” ungkapnya.

 

Bupati Solok diwakili Kadis Koperindag UKM, Radiatul Hayat, SH, M.Si mengapresiasi perhatian dari Kementerian Ekonomi Kreatif ini. Menurutnya, setelah bencana banjir dan galodo yang menghantam Kabupaten Solok, sektor ekonomi yang paling terdampak. Menurutnya, pemulihan ekonomi kerakyatan mencakup semua lini.

 

“Pariwisata dan UMKM Kabupaten Solok paling terdampak. Pelatihan ini, merupakan momen kebangkitan pascabencana. Yakni dengan mengasah kemampuan dan meningkatkan skill. Tidak banyak yang bisa dilakukan Pemkab Solok maupun Dinas Koperindag UKM saat ini, karena kita sedang efisiensi anggaran. Karena itu, kami meminta seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, lalu mempraktikkan dan mengembangkannya,” ungkapnya.

 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Solok Marcos Sophan, S.Pt, M.Si mengucapkan terima kasih terhadap pelaksanaan pelatihan Adcamp Skill Up Lab yang dihadiri langsung oleh Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemen Ekraf) Cecep Rukendi.

 

Menurutnya, kehadiran Deputi Kemen Ekraf ini, merupakan sebuah berkah bagi pelaku dan penggiat ekonomi kreatif di Kabupaten Solok. Marcos Sophan juga berharap ilmu yang diberikan selama pelatihan ini bisa meningkatkan nilai tambah dan menjadi momentum kebangkitan ekonomi Kabupaten Solok pascabencana banjir dan longsor beberapa tahun lalu.

 

“Kehadiran bapak Deputi merupakan berkah bagi Kabupaten Solok, khususnya bagi para pelaku dan penggiat ekonomi kreatif. Karena itu, kita berharap para peserta mengikuti dengan serius dan kemudian mengaplikasikannya ke depan. Apalagi, materi yang diberikan, itu ‘daging semua’, atau materi-materi yang berkualitas tinggi, yang biasanya hanya didapatkan pada pelatihan-pelatihan tingkat pusat,” ungkapnya.

 

Materi “Daging Semua” di Dua Hari Pelatihan

Sebanyak 51 peserta pelatihan Adcamp Skill Up Lab Kemen Ekraf di Kota Solok merupakan orang-orang yang beruntung terpilih. Hal ini terkait dengan materi pelatihan yang sangat berbobot alias “daging semua” tanpa banyak “lemak-lemak”, serta diberikan oleh para pemateri yang kompeten di bidangnya masing-masing.

 

Pada hari pertama, para peserta disuguhi 4 materi. Yakni, Strategi Komunikasi dan Pemasaran (Marketing Plan) oleh Ramya Prajna, Ketua Bidang Agency IDA/CEO Think.Web. Kemudian, Brand Storytelling/Personal Branding dan Scripting oleh Ahmad Hafidz, CEO PT Witbox Creative Media. Lalu, Pemanfaatan Platform Digital termasuk AI untuk Brainstorming dan Basic Production oleh Ramya Prajna, Ketua Bidang Agency IDA/CEO Think.Web. Kemudian, materi keempat tentang Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Etika Pariwara, dan Etika Kerja oleh Susilo Dwi Hatmanto, Ketua Badan Pengawas Periklanan P3I yang juga seorang entrepreneur.

 

Pada hari kedua, para peserta mendapatkan materi berupa pelatihan aplikasi Canva, berupa informasi terkait Promo Code, oleh Arianus Nakhe, seorang Canvassador atau Canva Ambassador Indonesia.

 

Kemudian, materi Produksi, berupa Pengambilan Foto/Video dan Editing oleh Rifqi Zarkasih, Wakil Sekretaris Jenderal IRPII/Pendiri Rumah Produksi KITA, Jakarta, bersama dengan Akbar Narandika, Anggota IRPII/Freelance Videographer Rumah Produksi happyinc.pro dan Full Time Content Creator.

 

Materi terakhir, para peserta disguhkan materi tentang Placement Ads di Media Sosial (Google Ads, Meta, TikTok) oleh Anantya Co-CEO Think.Web. (Gilang)