Web Hosting
Web Hosting
Berita

Pameran Pesona Bonsai 2025, PPBI Riau Hadirkan 433 Pohon Bonsai Terbaik

317
×

Pameran Pesona Bonsai 2025, PPBI Riau Hadirkan 433 Pohon Bonsai Terbaik

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, PilarbangsaNews

Ratusan bonsai dari berbagai penjuru Nusantara memenuhi arena Pameran Pesona Bonsai 2025, sebuah ajang yang bukan hanya menampilkan keindahan seni merawat miniatur pohon, tetapi juga menghadirkan semangat kepedulian dan gerakan pelestarian lingkungan.

 

 

Akbar Prabowo, Ketua Panitia Pameran Pesona Bonsai 2025 mengatakan bahwa kegiatan tahun ini dirancang lebih dari sekadar pameran. Berbagai rangkaian acara tersebut disiapkan sebagai ruang edukasi, ruang apresiasi, sekaligus ruang kontribusi sosial.

 

“Selain pameran pesona bonsai, ada juga kegiatan sarasehan serta lelang bonsai, yang hasilnya akan didonasikan untuk membantu korban bencana banjir bandang dan galodo yang melanda tiga provinsi di Sumatera Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kami ingin seni bonsai juga memiliki makna sosial. Melalui lelang ini, kami berharap bisa meringankan beban saudara-saudara kita di Sumatera,” kata Akbar.

 

Tidak hanya itu, komunitas bonsai juga menyelaraskan kegiatannya dengan agenda lingkungan pemerintah. Akbar menegaskan dukungan para peserta terhadap program Green Policing yang digagas Kapolda Riau, serta gerakan Satu Siswa, Satu Pohon yang dicanangkan Wali Kota Pekanbaru.

 

“Sesungguhnya kami semua di sini para pencinta bonsai juga merupakan para pembudidaya. Merawat dan menanam pohon sudah menjadi bagian dari kehidupan kami,” ujar Akbar yang juga sebagai Wakil Ketua Perkumpulan Pengemar Bonsai Indonesia (PPBI) Riau.

 

Tahun ini, pameran pesona bonsai 2025 berhasil menarik 433 bonsai dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jawa Timur, Jawa Barat, hingga seluruh wilayah Sumatera. Banyaknya peserta menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap seni bonsai sekaligus komitmen kuat untuk menjaga kelestarian tanaman di tengah urbanisasi yang terus berkembang.

 

“Untuk menjaga kualitas penjurian, panitia menghadirkan juri nasional dalam kontes utama pameran. Kehadiran para juri profesional ini menjadi dorongan bagi para peserta untuk menampilkan karya terbaik mereka bonsai yang tidak hanya indah, tetapi juga mencerminkan nilai artistik dan filosofi kebersahajaan,” sebut Akbar.

 

“Harapan kami, kontes bonsai ini bisa menjadi bagian agenda rutin setiap tahunnya, sehingga seni bonsai terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas—bagi lingkungan, bagi masyarakat, dan bagi Indonesia,” tutupnya.

 

Wali Kota Pekanbaru, H. Agung Nugroho, menyampaikan apresiasi yang mendalam kegiatan Pameran Pesona Bonsai 2025 yang menjadi ajang seni bagi tanaman miniatur ini.

 

Menurutnya, pameran ini bukan sekadar tempat berkumpulnya para pecinta bonsai, tetapi juga wadah yang memadukan kreativitas, ketekunan, nilai seni, dan warisan budaya.

 

“Kegiatan pameran pesona bonsai sangat menarik dan spesial karena di sini kita melihat langsung kreativitas para perajin, ketekunan mereka dalam merawat, sekaligus makna seni dan budaya yang terkandung di dalam setiap bonsai,” ujar Wali Kota Pekanbaru.

 

Menurutnya, tanaman Bonsai yang proses pembentukannya membutuhkan waktu panjang, disiplin, serta pemahaman mendalam tentang karakter tanaman tentunya menjadi simbol hubungan manusia dengan alam. Karena itu, Agung menilai kegiatan semacam ini memiliki nilai edukatif dan ekologis bagi masyarakat.

 

“Mudah-mudahan pameran Pesona Bonsai ini terus digelar setiap tahun. Pemerintah Kota Pekanbaru akan mendukung penuh kegiatan yang membawa manfaat bagi lingkungan dan menjadi ruang positif bagi masyarakat,” tutup Wali Kota Pekanbaru.

 

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, yang hadir membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa pameran bonsai bukan sekadar ruang unjuk estetika, melainkan medium edukasi tentang pentingnya merawat alam.

 

Menurut Irjen Herry, setiap lekuk batang dan rimbun daun pada bonsai adalah refleksi hubungan manusia dengan alam semesta serta kecintaan terhadap lingkungan adalah bentuk harapan yang diberikan manusia kepada masa depan.

 

“Maka demikian, Pameran pesona bonsai ini menyimpan banyak makna. Salah satunya, bagaimana kita memaknai alam melalui tanaman bonsai yang menghadirkan keindahan. Karena mencintai alam berarti memberi manfaat bagi kehidupan kita semua,” ujar Kapolda Riau.

 

“Dari proses panjang merawat bonsai, kita belajar tentang kesabaran. Hasilnya bukan hanya keindahan visual, tetapi juga kesadaran akan pentingnya merawat kehidupan. Menanam dengan estetika, seperti bonsai, menghadirkan harapan akan keindahan sebuah kota. Menanam pohon adalah menanam masa depan,” tutup Irjen Pol Herry Heryawan. (Mirza)