Pesisir Selatan, PilarbangsaNews
Didampingi Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia, Ir. Dody Hanggodo, MPE, mengunjungi lokasi terdampak banjir dan longsor di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (19/10/2026).
Diketahui bersama dampak bencana banjir dan tanah longsor yang berdampak pada sembilan Nagari, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan. Dan, merusak infrastruktur fasilitas umum, perkantoran, serta sarana dan prasarana. Dan, sedikitnya ada 14 titik longsor di ruas jalan Tapan–Batas Jambi.
Kedatangan Ir. Dody Hanggodo, MPE, beserta rombongan guna melihat dari dekat kondisi pasca bencana banjir dan tanah longsor.
Termasuk dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan, permukiman masyarakat, serta akses jalan dan infrastruktur yang terdampak bencana.
Selain itu, kunjungan Menteri PU RI, bertujuan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam penanganan dampak bencana.
Khususnya terkait pemulihan infrastruktur, penanganan kerusakan jalan, serta langkah-langkah perbaikan sarana dan prasarana.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pesisir Selatan, Jaferi, mengatakan dirinya turut mendampingi Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim dalam menyambut kedatangan Menteri PU yang datang dari arah Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.
Menurut Jaferi, peninjauan lapangan menjadi bagian penting dalam melihat secara langsung dampak bencana terhadap infrastruktur serta kebutuhan penanganan di wilayah terdampak.
Kehadiran Menteri PU diharapkan dapat memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dalam mempercepat penanganan dampak bencana, terutama terhadap infrastruktur yang mengalami kerusakan.
Usai meninjau lokasi banjir dan longsor di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Menteri PU Dody Hanggodo kemudian diantar kembali menuju Mukomuko oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan untuk melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan terus berupaya melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat agar penanganan dampak banjir dan longsor dapat berjalan optimal, sehingga aktivitas masyarakat dan konektivitas antarwilayah dapat segera pulih.
Peninjauan tersebut diharapkan menjadi langkah penting dalam mendorong percepatan penanganan infrastruktur terdampak bencana sekaligus memperkuat upaya pemulihan di wilayah Tapan dan sekitarnya.
Hadir bersama Menteri PU, PPK 2.4 BPJN Sumbar, Gina Lamria Indiarty, beserta anggota, Kepala Pelaksana BPBD Pessel Armen P, M.M, Camat Ranah Ampek Hulu Tapan Agnes Dheno, S.STP.,M.M, Kapolsek BAB Tapan, diwakili Wakapolsek Ipda Fiqi Yunedi, S.H, dan para Wali Nagari yang wilayahnya terdampak bencana banjir dan tanah longsor.(ori)



















