ANTARA MUSLIM DAN RAJMAN
Dulunya kedua orang ini sekantor. Muslim selaku Kepala Dinas (Kadis) PUPR Kota Payakumbuh, dan Rajman sebagai sekretaris dinas tersebut. Sekarang Rajman sudah bertugas di OPD lain.
Muslim merupakan Ketua Persani Kota Payakumbuh, dan Rajman adalah Ketua Perpani. Yang pertama Cabornya gymnastik atau senam istilah dulunya. Yang kedua kedua merupakan Ketua Perpani atau panahan.
Selama berlangsungnya pertandingan Cabor gymnastik dan panahan di Porprov XVI Sumbar, kedua pejabat Pemko Payakumbuh ini selalu mendampingi atletnya yang kebetulan venuenya sama-sama di areal Semen Padang.
Dan, yang menjadi saksi sejarah adalah kedua Cabor ini memberikan kostribusi signifikan buat Kontingen Payakumbuh. Panahan meraih 10 medali emas, 5 perak, dan15 perunggu, tampil sebagai juara umum Cabor Panahan. Selamat untuk Pak Rajab, begitu sapaan akrabnya.
Lapangan latihan panahan di tepian Batang Agam konon akan tergusur karena lokasi tersebut terkena pembangunan jalan di kawasan ini.
Sementara senam atau gymnastik mengumpulkan 6 medali emas, 4 perak, dan 4 perunggu, tampil sebagai juara umum II dibawah Kota Padang.
BANGGA DAN SEDIH
Dari Kota Arang Sawahlunto tempat dimana venue Shiroji Kempo Porprov XVI ini dilaksanakan, bersua rasa bangga karena seorang atlet muda Kota Payakumbuh bernama Rasyaidina Mudzaffar berhasil mendulang dua medali emas buat kontingen daerahnya.
Namun disaat yang bersamaan muncul rasa sedih karena ayahnya Saidina Irawan tengah terbaring di RS M. Jamil, Padang.
Ayah sang atlet tak lain pelatih senior kempo Sumbar, disamping wasit yang telah berlisensi nasional. Kita do’a kan agar sang ayah Raisyadina diberi kesembuhan oleh Yang Maha Kuasa.
Raisyadina pernah mengalami kenangan pahit. Ketika dilangsungkan PON Beladiri di Kudus, Jateng tahun lalu, dia sebagai salah seorang anggota kontingen Sumbar cidera hanya beberapa hari saja sebelum berangkat. Auto dia gagal tampil di iven nasional tersebut.
TAK KENAL LELAH
Selaku ketua KONI Payakumbuh, Chairul Mufti pontang panting kesana kemari, dari venua yang satu ke venua yang lain di 12 daerah kabupaten/kota pelaksana Porprov XVI ini.
Berhujan hujan dan berpanas panas tak bisa dielakkan. Saat menyaksikan final billiar putri di kawasan Tabing hujan deras turun sejadinya. Ya, harus ditempuh. Tapi totalitas dedikasi terobati juga karema atlet billiar putri yang final malam itu lawan pebiliar Kota Solok berhasil meraih memenangkan pertandingan, dan medali emas.
Lompatan perolehan medali Kota Payakumbuh diluar perkiraan awal. KONI mentargetkan 40, sementara Wali Kota Payakumbuh menantang KONI di angka 50 medali emas.
Faktanya, hingga tiga hari sebelum Porprov XVI ini berakhir, pundi-pundi medali emas Kota Payakumbuh telah mendekati angka 70. Luar biasa!
HANYA MOIBU
Cabor pavorit, sepak bola pada Porprov XVI ini dihelat di Kabupaten Padang Pariaman. Empat stadion disediakan panitia. Tim bola kaki Kota Payakumbuh di babak perempat final main di stadion ABC Kampung Dalam. Lalu di partai semi final di stadion Pauh Kamba.
Salah seorang maniak bola sekaligus suporter fanatik Payakumbuh yang bermukim di Kota Padamg dipanggil juga dengan nama Wan Siwe selalu hadir menjadi suporter buat tim kesayangannya.
Perjalanan dan perjuangan Wan Siwe ke kedua lokasi pertandingan di daerah Ajo dan Cik Uniang tersebut dihari yang berbeda gampang-gampang susah. Gampangnya untuk menuju Kampuang Dalam dan Pauah Kamba ia naik kereta api Pariaman Ekspres. Tau, berapa harga tiketnya, cukup moibu (baca: lima ribu) saja. Jarak tempuhnya dalam perjalanan 2 jam kurang 15 menit ke stasiun terakhir, Naras.
Kemudian saat tim kesayangannya berlaga di babak semi final, mainnya di lapangan/stadion Pauh Kamba yang hanya 1,15 jam dari stasiun Alai Padang.
Susahnya, ketika hendak kembali ke Padang tiket kereta api habis..Artinya, Wan Siwe terpaksa mencari moda transportasi lain sementara hari sudah senja.
Mau tak mau, dia harus menunggu angkutan umum jenis mini bus dari Lubuk Basung atau dari Simpang Empat, Pasaman Barat yang hendak ke Padang.
Setelah menanti hampir 1,5 jam di Simpang jalan lintas Pauh Kamba mini bus tersebut datang. Jangan tanya soal tempat duduk, Wan Siwe masih beruntung kebagian bangku serap yang menghadap kebelakang. Caellaa…haha, jangan pula tanya soal letih, karena capeknya terobati karena tim bolanya menang 3-0 lawan Tanah Datar, yang otomatis melaju ke partai puncak, final!(wba)



















