Web Hosting
Web Hosting
Berita

Insannul Kamil Pelajari Proyek Koreksi Gedung Miring 73 Meter pada Forum ASEAN-China di Guangxi

×

Insannul Kamil Pelajari Proyek Koreksi Gedung Miring 73 Meter pada Forum ASEAN-China di Guangxi

Sebarkan artikel ini

Guangxi, PilarbangsaNews

Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Indonesia, Insannul Kamil, meninjau langsung proyek perbaikan gedung tinggi yang mengalami kemiringan di Kota Wuzhou, Guangxi, China, Jumat (25/9/2026).

 

 

Kunjungan tersebut dilakukan di sela keikutsertaannya pada The Fourth ASEAN-China Cooperation and Development Forum on Building Industry di Guangzhou yang mengusung tema “Exploring New Opportunities, Building New Cities”.

 

Insannul Kamil mengatakan, proyek yang sedang dikerjakan merupakan pekerjaan optimalisasi fondasi serta koreksi dan penurunan bertahap bangunan yang mengalami kemiringan melebihi batas standar teknis.

 

“Proyek yang sedang dilakukan adalah pekerjaan optimalisasi fondasi serta koreksi dan penurunan bertahap bangunan yang berlokasi di Kota Wuzhou, Guangxi,” ujar Insannul Kamil yang juga Dosen Fakultas Teknik Universitas Andalas.

 

Bangunan yang ditinjau merupakan gedung hunian setinggi 24 lantai dengan satu lantai basement. Tinggi bangunan tersebut mencapai 73 meter.

 

Berdasarkan data pemantauan dan hasil monitoring yang dipaparkan dalam diskusi di lokasi proyek, kemiringan maksimum bangunan ke arah selatan mencapai 5,52 persen. Angka tersebut telah melampaui batas maksimum 2,5 persen yang diperbolehkan dalam standar teknis yang berlaku.

 

Sementara itu, kemiringan bangunan ke arah barat tercatat sebesar 0,97 persen. Nilai tersebut masih berada di bawah ambang batas maksimum 2,5 persen.

 

Insannul Kamil yang juga Ketua Badan Keahlian Mesin (BKM) Persatuan Insinyur Indonesia menjelaskan, hasil analisis data monitoring menunjukkan laju penurunan bangunan dalam 100 hari terakhir relatif stabil. Namun, akumulasi penurunan masih memperlihatkan perbedaan yang cukup signifikan dan tidak merata pada beberapa bagian bangunan.

 

Data distribusi penurunan kumulatif selama 100 hari menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara sisi timur dan sisi utara bangunan. Pola distribusi penurunan tersebut memperlihatkan rasio sekitar 3,1 kali.

 

Untuk mengatasi kondisi tersebut, kontraktor yang ditunjuk melakukan desain optimalisasi fondasi serta koreksi kemiringan bangunan. Pekerjaan itu mencakup perkuatan fondasi dan tindakan teknis untuk mengendalikan serta memperbaiki kemiringan yang telah melampaui standar nasional.

 

“Kontraktor bertanggung jawab melaksanakan pekerjaan konstruksi terkait koreksi dan penurunan bertahap bangunan sesuai persyaratan teknis desain menggunakan teknologi maju dan terkini yang dilakukan oleh tenaga kerja konstruksi yang ahli, terampil, dan memiliki kualifikasi tingkat tinggi,” kata Insannul Kamil yang juga Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pengembangan SDM Profesi Teknik dan Industri.

 

Menurutnya, proyek tersebut menjadi salah satu contoh penerapan teknologi konstruksi modern dalam menangani bangunan tinggi yang mengalami penurunan diferensial dan kemiringan, sekaligus menjaga keselamatan struktur bangunan untuk jangka panjang. (Gilang)