Padang, PilarbangsaNews
Sebanyak 12 guru MAN 2 Padang mengikuti kegiatan penguatan peran komite sekolah, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan dalam rangka kontra radikalisasi di Ballroom Hotel Mercure Padang, Kamis (5/11/2026).
Para guru tersebut berasal dari sejumlah mata pelajaran, yakni Fiqih, Akidah Akhlak, Al Quran Hadis, SKI, PPKn, dan Bimbingan Konseling. Turut hadir Ketua Komite MAN 2 Padang, Syaifunir Husen.
Mereka bergabung dengan ratusan peserta dari berbagai sekolah dan madrasah di Kota Padang. Kegiatan ini diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Plt Direktur Kontra Radikalisasi BNPT, Hendro Wicaksono, mengatakan perkembangan teknologi informasi membuat penyebaran konten intoleransi, radikalisme, dan kekerasan semakin sulit dikendalikan.
Menurut dia, paparan konten berbahaya dapat menjangkau berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak di lingkungan pendidikan.
“Ancaman kekerasan bisa saja muncul di tempat yang kita anggap aman, bahkan di tempat seperti sekolah yang dianggap sebagai tempat yang lazim untuk menimba ilmu dan membentuk karakter,” kata Hendro saat membuka kegiatan.
Ia menilai guru memiliki posisi strategis dalam membangun ketahanan peserta didik terhadap pengaruh negatif karena menjadi salah satu sosok yang dekat dengan anak setelah orang tua.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumatera Barat, Mursalim, menyoroti fenomena True Crime Community (TCC) di kalangan anak-anak dan generasi muda yang berkaitan dengan ketertarikan terhadap konten kekerasan dan anarkisme.
Ia mengingatkan agar anak-anak yang terpapar fenomena tersebut tidak langsung diberi stigma negatif, tetapi perlu mendapatkan pendampingan.
“Anak-anak yang terpapar sebaiknya tidak diberi stigma berlebihan, tetapi perlu dibimbing dan didampingi agar kembali menjalani kehidupan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Barat Adil Mubarak, SIP.,M.Si., psikolog Reni Kusumowardhani, serta Tenaga Ahli BNPT Bidang Kontra Narasi M. Suaib Tahir. (Arul)
