Lubuk Sikaping, PilarbangsaNews
Ada kebahagiaan tersendiri ketika hasil dari tanaman dirawat dengan kesabaran akhirnya dapat dinikmati. Itulah dirasakan H. Muzli M. Nur, S.Pd. saat memanen durian Musang King di kebunnya berlokasi di Tikalak, Nagari Tanjung Beringin, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Rabu (14/10/2026).
Di tengah suasana alam hijau dan udara terasa segar, H. Muzli tampak menikmati momen panen durian di kebunnya sendiri. Buah durian menggantung di dahan menjadi bukti bahwa merawat tanaman membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan perhatian berkelanjutan.
Bagi H. Muzli, kebun bukan sekadar tempat menanam dan memanen buah, kawasan ini juga menjadi ruang untuk menikmati ketenangan, menyatu dengan alam, sekaligus melihat potensi pertanian dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif dan bernilai ekonomi.
Hamparan hijau, pepohonan tumbuh subur, serta suasana pedesaan menenangkan menjadikan kawasan Tikalak memiliki daya tarik tersendiri.
Potensi tersebut dapat dikembangkan sebagai bagian dari wisata alam dan edukasi pertanian, sehingga masyarakat, khususnya generasi muda, bisa belajar mengenal tanaman buah dan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Anggota DPRD Sumbar Muzli M. Nur panen durian Musang King di kebun sendiri di Tikalak
Panen durian Musang King menjadi kebahagiaan tersendiri ketika hasilnya berasal dari kebun yang dirawat dengan tangan sendiri. Sebuah gambaran sederhana tentang kesabaran, kecintaan terhadap alam, dan harapan agar lahan hijau terus memberikan manfaat bagi kehidupan.
Dari Tikalak, H. Muzli M. Nur memperlihatkan bahwa menikmati alam dan mengembangkan potensi kebun dapat berjalan beriringan. Alam yang dirawat dengan baik bukan hanya menghadirkan kesejukan, tetapi juga menyimpan peluang untuk masa depan.
Ditengah udara di balut kabut kian terasa pekat di berbagai daerah, Tikalak, Nagari Tanjung Beringin, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, masih menyimpan pesona alam menyejukkan. Hamparan pepohonan hijau, udara yang segar, serta suasana tenang menjadi anugerah alam patut disyukuri dan dijaga kelestariannya.
Di kawasan ini, kehidupan terasa lebih dekat dengan alam. Pepohonan tumbuh subur, lingkungan masih asri, dan kebun-kebun hijau menghadirkan pemandangan yang menyegarkan mata. Salah satu daya tariknya adalah tanaman durian yang tumbuh di tengah suasana perbukitan yang alami.
Saat ini, ketika Sumbar, di balut kabut yang menyelimuti berbagai daerah, suasana alam Tikalak menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga pepohonan dan ruang hijau.
Keberadaan vegetasi terpelihara bukan hanya memperindah lingkungan, tetapi juga membantu menjaga kesejukan kawasan serta mendukung keseimbangan ekosistem.
Tikalak bukan sekadar tempat untuk menikmati keindahan alam. Kawasan ini juga menyimpan potensi sebagai destinasi wisata alam, wisata edukasi pertanian, hingga tempat melepas penat dari kesibukan sehari-hari.
Alam terjaga adalah kekayaan tak ternilai dari Tikalak, kita belajar bahwa kesejukan bukan hanya soal udara, melainkan juga tentang bagaimana manusia merawat bumi, menjaga pepohonan, dan mewariskan lingkungan sehat kepada generasi mendatang,ujar Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat H. Muzli. M. Nur. S.Pd.(Zul)



















