Pekanbaru, PilarbangsaNews
Pesta pembangunan tahap VIII HKBP EXAUDI Resort Sukajadi – Distrik XXII Riau kembali dilakukan pada Minggu, 11 Agustus 2025.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau turut mendukung kegiatan pesta penggalangan dana untuk pembangunan Gereja HKBP EXAUDI Resort Sukajadi yang berada di Kelurahan Labuh Baru Barat.
Dukungan ini disampaikan Gubernur Riau yang diwakili oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Riau, Dr. Jhon Armedi Pinem, ST, MT dalam rangkaian acara yang dihadiri ratusan jemaat.
“Atas nama pemerintah provinsi Riau, kami mendukung kegiatan pengumpulan dana untuk pembangunan HKBP EXAUDI. Proposal kegiatan gereja ini akan kami sampaikan kepada Bapak Gubernur Riau,” jelas Jhon Pinem.
“Pada prinsipnya kami dari pemerintah akan terus mendukung penuh kehidupan umat beragama di segala bidang termasuk menciptakan kerukunan dan toleransi antar umat beragama,” imbuhnya.
Ia juga mengajak seluruh jemaat untuk turut serta berpartisipasi secara aktif, baik melalui dukungan moral maupun materi, demi terwujudnya pembangunan gereja ini.
“Diharapkan kita semua, khususnya jemaat, dapat bergandengan tangan membantu dan mendukung pembangunan Gereja EXAUDI. Ini bukan hanya soal membangun fisik gereja, tetapi juga membangun kebersamaan dan kekuatan iman,” tutup Jhon.
Burhan Gurning sebagai pemerhati Pembangunan Gereja HKBP EXAUDI Resort HKBP Sukajadi yang sejak awal terlibat dalam pemanfaatannya, menyampaikan harapannya agar proses pembangunan dapat segera dilanjutkan demi kenyamanan beribadah dan penguatan iman jemaat.
“Pembangunan rohani memang yang utama, namun wujud fisiknya juga harus baik. Untuk kondisi saat ini yang perlu di bangun seperti tangga perlu diperbaiki, lantai akan di keramik, kamar mandi dibenahi, hingga rehabilitasi atap gedung sekolah minggu,” ujar Burhan Gurning.
Sejak berdirinya gereja ini, Burhan mengaku telah aktif mendukung penggunaannya. Dengan jumlah jemaat sekitar 250 kepala keluarga, ia optimistis bahwa kebersamaan dan semangat gotong royong dapat mewujudkan target pembangunan.
Menurutnya, total dana yang dibutuhkan mencapai Rp500 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk melanjutkan berbagai tahap renovasi. Namun, proses pengerjaan sangat bergantung pada ketersediaan dana yang masuk.
“Kalau uangnya masuk bertahap, pengerjaan juga bertahap. Kita percaya janji para donatur dan jemaat, meski tidak bisa langsung kontan. Jadi apabila iman jemaat terus bertumbuh, tentu kehidupan masyarakat juga akan berjalan baik. Itu harapan kita bersama,” tutupnya. (Mirza)














