Padang, PilarbangsaNews
Film garapan siswa MAN 2 Padang berjudul “Seratus Ribu yang Hilang” mulai memasuki tahap editing, Senin (18/5/2026). Proses penyuntingan dilakukan di perpustakaan madrasah dan dijadwalkan berlangsung hingga 22 Mei 2026.
Film tersebut dipersiapkan untuk mengikuti ajang Anti-Corruption Film Festival 2026 atau ACFFEST 2026 yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.
Tahap editing didampingi pembina film MAN 2 Padang, Syahrul. Turut mendampingi dalam proses tersebut pembina OSIM Betty Revita dan editor berita Wenny Riantika.
Proses editing dipimpin Gombang Suri bersama Faizullatif Fajran, Hanana Putri Ansharullah, Hafizah Khayyirah Lubna, dan M Faiz Mubarok. Mereka menyusun seluruh hasil pengambilan gambar agar membentuk alur cerita yang utuh dan kuat.
“Kami sedang menyusun hasil shooting mulai dari pemilihan scene terbaik, pengaturan transisi, sampai penyesuaian audio dan musik agar emosi cerita lebih terasa,” ujar Gombang Suri.
Menurut dia, tahap editing menjadi bagian penting dalam produksi film karena menentukan penyampaian pesan moral kepada penonton.
“Di tahap ini kami juga melakukan color grading, penambahan efek suara, subtitle, dan penyusunan ending supaya film lebih menarik dan mudah dipahami,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah adegan emosional akan diperkuat melalui pengaturan pencahayaan, tempo gambar, dan backsound agar konflik yang dialami tokoh utama dapat lebih dirasakan penonton.
Pembina tim film MAN 2 Padang, Syahrul, berharap proses editing berjalan lancar hingga tahap akhir sehingga pengiriman karya tidak melewati batas waktu yang telah ditetapkan panitia.
“Kami berharap proses editing berjalan lancar dan seluruh tim dapat menyelesaikan film tepat waktu sehingga pengiriman karya sesuai dengan deadline yang telah ditetapkan oleh KPK,” ujarnya. (Arul)














