Web Hosting
Web Hosting

Berita

Fauzi Bahar: Lawatan Ke China untuk Buktikan Rahmatan Lil Alamin

16
×

Fauzi Bahar: Lawatan Ke China untuk Buktikan Rahmatan Lil Alamin

Sebarkan artikel ini

Padang, PilarbangsaNews

Merujuk pada kasih sayang, kedamaian, dan kebermanfaatan yang dibawa oleh ajaran Islam dan Nabi Muhammad SAW untuk seluruh makhluk, baik manusia, hewan, tumbuhan, maupun alam semesta. Bagi tokoh agama dan budaya di Pulau Sumatera hal itu dibuktikan pada kunjungan mereka ke Beijing dan Xinjiang, 12-18 Mei 2026 lalu.

 

 

Pada, Kamis (21/6/2026), Ketum LKAAM Sumbar, Prof Dr H Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati kepada wartawan media ini menyampaikan bahwa ia sangat berterimakasih kepada Konsulat Jenderal China di Medan yang telah memfasilitasi kunjungan rombongan tersebut, sehingga memberikan gambaran lebih langsung mengenai perkembangan masyarakat Muslim dan kondisi kehidupan warga setempat.

 

Fauzi mengatakan perjalanan tersebut memberinya pemahaman baru mengenai perkembangan China dan kehidupan beragama di negara itu.

 

Menurutnya, masih ada sebagian masyarakat Indonesia yang memiliki persepsi kurang tepat terhadap China sehingga menimbulkan jarak sosial, terutama di kalangan Muslim.

 

Prof Dr Fauzi Bahar, M.Si Dt. Sati

 

Namun setelah melihat langsung kondisi di lapangan, ia menilai banyak hal ternyata berbeda dari gambaran yang selama ini berkembang. “China yang kami lihat ternyata tidak sama dengan sebagian gambaran sepihak yang selama ini beredar,” ujarnya.

 

Ia menilai perkembangan China di bidang pendidikan dan teknologi layak dipelajari. Ia menyoroti investasi besar negara itu dalam pengembangan sumber daya manusia, termasuk pendidikan teknik dan inovasi.

 

Mantan Walikota Padang dua periode ini mengatakan, kemajuan China bukan sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba, melainkan hasil pembangunan jangka panjang yang berfokus pada pendidikan dan teknologi.

 

Selain melihat perkembangan modern, delegasi juga mengunjungi sejumlah pusat kehidupan Muslim di Xinjiang, termasuk Urumqi dan Kashgar. Di sana, mereka berdialog dengan komunitas Muslim setempat, mengunjungi masjid, serta melihat aktivitas pendidikan Islam.

 

Ia menambahkan agama di China memang lebih dipandang sebagai urusan pribadi dan tidak terlalu ditampilkan secara terbuka. Meski demikian, tambah dia, keberadaan agama tetap diakui dan dihormati.

 

“Kami melihat para tokoh agama masih menjalankan aktivitasnya dan sejumlah fasilitas keagamaan tetap berjalan,” pungkasnya. (Gilang)