Web Hosting
Web Hosting
Berita

Dr. Rustian, Apt.,M.Kes dan Wacana Pilgub Sumbar 2029: Pengalaman Kebencanaan Jadi Nilai Tambah Kepemimpinan

×

Dr. Rustian, Apt.,M.Kes dan Wacana Pilgub Sumbar 2029: Pengalaman Kebencanaan Jadi Nilai Tambah Kepemimpinan

Sebarkan artikel ini

Padang, PilarbangsaNews

Bursa wacana calon pemimpin Sumatera Barat pasca kepemimpinan Mahyeldi–Vasko Ruseimy pada 2029 mulai menarik perhatian publik. Sejumlah tokoh dengan latar belakang pemerintahan, politisi, birokrasi, akademisi dan profesional, berpotensi menjadi bagian dari diskusi hangat para pengamat politik.

 

 

Salah satu nama yang menarik untuk diperbincangkan dari perspektif pengalaman pemerintahan dan penanggulangan bencana adalah Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dr. H. Rustian, S.Si., Apt., M.Kes., seorang putra Sumatera Barat yang kini sedang bersinar di tingkat nasional.

 

Posisi sebagai Sekretaris Utama BNPB menempatkan Rustian pada lingkungan birokrasi nasional yang bersentuhan langsung dengan tata kelola penanggulangan bencana, penguatan kapasitas kelembagaan, serta koordinasi pemerintah pusat dan daerah.

 

Pada September 2026, misalnya, Rustian memimpin pelantikan 207 pejabat fungsional BNPB. Dalam kesempatan tersebut ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia, integritas, kesiapsiagaan organisasi serta pelayanan publik dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

 

Kapasitas Dr. Rustian menjadi sangat relevan bagi kebutuhan kepemimpinan di Sumatera Barat karena provinsi ini memiliki risiko bencana alam yang kompleks, mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir bandang hingga tanah longsor.

 

Sestama BNPB Dr. Rustian, S.Si., Apt., M.Kes didampingi Wako Padang Fadly Amran sedang mengikuti kegiatan BNPB dalam masa pemulihan bencana di Sumbar

 

BNPB sendiri menempatkan pengurangan risiko bencana, kesiapsiagaan, penanganan darurat serta rehabilitasi dan rekonstruksi sebagai bagian penting dari tata kelola kebencanaan nasional, dan soal ini memang menjadi kemampuan seorang Dr. Rustian sebagai Sestama BNPB.

 

Potensi dan Nilai Tambah Sosok Dr. Rustian

Pengamat politik berpengaruh di Sumbar H. Masful melihat, nilai tambah Rustian bukan semata-mata pada pengalaman menghadapi keadaan darurat bencana dan bagaimana pendekatan kebencanaan dapat ditempatkan sebagai bagian dari perencanaan pembangunan, tetapi juga memiliki jaringan di tingkat nasional yang dimilikinya.

 

Jika nama Dr. Rustian benar-benar masuk dalam pembicaraan publik mengenai Calon Gubernur Sumbar tahun 2029, maka dalam pandangan Masful yang kerap tampil di media televisi ini, ada beberapa aspek rekam jejak Dr. Rustian dapat menjadi bahan penilaian masyarakat.

 

Pertama, pengalaman birokrasi nasional. Posisinya Sekretaris Utama BNPB memberikan pengalaman dalam tata kelola organisasi pemerintah tingkat nasional dan koordinasi lintas lembaga.

 

Kedua, pengalaman menghadapi persoalan kebencanaan. Sumatera Barat membutuhkan kebijakan pembangunan yang memperhitungkan risiko bencana sejak tahap perencanaan, bukan hanya ketika bencana telah terjadi.

 

Ketiga, pengalaman rehabilitasi dan rekonstruksi.Persoalan pascabencana bukan hanya membangun kembali rumah atau infrastruktur, tetapi juga memulihkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

 

Pengamat politik dan juga wartawan senior H. Masful ketika tampil live di Padang TV

 

Keempat, jejaring pemerintah pusat dan daerah. Pengalaman bekerja dalam institusi nasional dapat menjadi modal koordinasi apabila diterjemahkan secara efektif dalam kepentingan pembangunan daerah.

 

Kelima, perspektif pembangunan berbasis ketahanan. Konsep ketahanan daerah dapat dikembangkan bukan hanya menghadapi bencana, tetapi juga menghadapi tekanan ekonomi, perubahan lingkungan, persoalan pangan, infrastruktur dan perubahan iklim.

 

Namun, menurut Masful, pengalaman di bidang kebencanaan dan birokrasi nasional belum dengan sendirinya menjawab seluruh persoalan kepemimpinan sebuah provinsi seperti Sumatera Barat.

 

“Masyarakat Sumatera Barat tetap perlu menguji gagasan Dr. Rustian secara menyeluruh: bagaimana visi ekonominya, strategi penciptaan lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, pertanian, pariwisata, hilirisasi, investasi, penguatan nagari, pelestarian adat dan budaya Minangkabau, serta bagaimana hubungan pemerintah provinsi dengan kabupaten dan kota,” ujar H. Masful, yang juga seorang wartawan senior ini.

 

Profil dan Kiprah Organisasi Dr. Rustian

Rustian lahir pada 1 Januari 1969 di Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman. Ia menempuh pendidikan tinggi di Universitas Andalas dan meraih gelar Sarjana Sains dan Apoteker dari Jurusan Farmasi FMIPA tahun 1990.

 

Sekretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Dr. H. Rustian, S.Si., Apt., M.Kes.

 

Semangatnya untuk terus belajar tak pernah pudar; ia melanjutkan ke Universitas Gadjah Mada dan meraih Magister Kesehatan Masyarakat pada tahun 2005 dengan tesis tentang Evaluasi Ketersediaan Obat Anti-tuberkulosis Pasca-desentralisasi. Puncaknya, Rustian berhasil menyelesaikan Program Doktor Ilmu Administrasi Publik di Universitas Brawijaya tahun 2022 dengan disertasi Reformasi Tata Kelola Peralatan Penanggulangan Bencana Melalui Perspektif Smart Governance.

 

Karier profesionalnya dimulai pada 1998 sebagai Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Kesehatan RI. Tahun 2008 menjadi titik balik ketika bergabung dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ia pernah menjabat Kepala Biro Umum, Direktur Peralatan di Deputi Logistik dan Peralatan, serta Direktur Sumber Daya Darurat di Kedeputian Penanganan Darurat. Sejak tahun 2023, Dr. Rustian, S.Si., Apt., M.Kes dipercaya sebagai Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, posisi yang menuntut koordinasi lintas sektor untuk penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi pasca-bencana di seluruh tanah air.

 

Sebagai putra Minang, ia aktif dalam organisasi kemasyarakatan seperti Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Andalas (IKA Unand) periode 2021–2025, Wakil Ketua Umum DPP PKDP tahun 2018-2022, Presidium Himpuni periode 2022-2025, serta peran strategis di Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) periode 2014-2022 khususnya di Bidang Pengabdian Masyarakat dan Tanggap Bencana.

 

Hingga kini, Rustian terus terjun langsung ke lapangan, terutama di wilayah asalnya Provinsi Sumatera Barat saat menghadapi banjir bandang, longsor, dan bencana hidrometeorologi. Ia memimpin percepatan pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap), perbaikan infrastruktur seperti jembatan, serta memastikan pemenuhan kebutuhan dasar penyintas. Dedikasi Rustian sangat mencerminkan semangat “urang awak” yang tak hanya sukses di ibukota, tetapi juga membawa manfaat pulang ke kampung halamannya.

 

Rekam Jejak Penghargaan Dr. Rustian

Sejumlah penghargaan telah dikantongi Rustian. Selain Satyalancana Karya Satya X Tahun pada 2016 dari Presiden RI, di tahun 2020 Rustian mengantongi tiga penghargaan Operasi bantuan Kemanusiaan Natuna dan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I, Satyalancana Karya Satya XX Tahun dari Presiden RI, serta Operasi Bantuan Kemanusiaan Natuna dari Kepala BNPB.

 

Sestama BNPB Dr. H. Rustian, S.Si., Apt., M.Kes. ketika mengikuti kegiatan BNPB pasca penanggulangan bencana alam di Sumbar

 

Sejumlah prestasi menonjol pun dimiliki Rustian. Di tingkat instansi Rustian meraih juara tiga kategori sertifikasi Barang Milik Negara pada tahun 2014 dan Unit Pengelola Arsip Terbaik ke IV di Lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada 2020, sementara di tingkat nasional Rustian meraih penghargaan melaksanakan seleksi CPNS 2014 menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) Badan kepegawaian Negara secara cepat, akuntabel dan transparan serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme dalam rangka mewujudkan Aparatur Sipil Negara.

 

Sebagai alumni dari Fakultas Farmasi Unand, Rustian menggerakkan pembangunan Masjid Adz Dzikra, fasilitas tempat ibadah yang terletak di lingkungan Fakultas Farmasi Universitas Andalas di Kampus Limau Manis, Kota Padang.

 

Masjid yang sejuk dengan arsitektur yang modern minimalis ini diresmikan pada 22 Februari 2022 oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi bersamaan dengan ditandai digunakan perdana untuk pelaksanaan sholat Ashar.

 

Pendanaan dan pembangunan Masjid Adz Dzikra ini melalui dana swadaya/sumbangan dari Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Fakultas Farmasi Unand dengan total biaya pembangunan sekitar Rp2,5 miliar serta dirancang ramah gempa. (gk).