Pesisir Selatan, PilarbangsaNews
Dinas Pariwisata Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Pesisir Selatan menggelar Pelatihan Tokoh Masyarakat untuk menguatkan sinergi dan kolaborasi Pemuda dengan Ninik Mamak dan Bundo Kanduang di dalam kehidupan nagari yang berlandaskan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Pelatihan diikuti oleh 45 orang peserta, yang terdiri dari Ninik Mamak, Tokoh Masyarakat, Bundo Kanduang, Cadiak Pandai dan Pemuda, berlangsung sehari penuh di Hotel Saga Murni, Sago Kec. IV Jurai, Senin (19/10/2026).
Dalam sambutan pembukaan, Kadis Parbudpora Pessel Ronald Bernando, SIP.,M.Si mengatakan bahwa harus diakui bahwa minat generasi muda terhadap adat cenderung menurun. Ditambah lagi komunikasi antargenerasi belum berjalan secara optimal di dalam nagari.
Karena itulah Pelatihan Tokoh Adat yang diselenggarakan ini diharapkan dapat meningkatkan kolaborasi, sinergitas dan partisipasi pemuda serta kaum perempuan yaitu Bundo Kanduang dalam mendukung pelestarian adat di nagari-nagari.
KetuaLKAAM Kabupaten Pesisir Selatan Drs. H. Syafrizal Ucok, MM Dt. Nan Batuah
“Pelatihan yang difasilitasi dari Pokir Anggota DPRD Pessel Bapak Mulyadi, A.Md. ini diharapkan dapat pula diikuti oleh Anggota DPRD yang lain sehingga kita dapat memastikan nilai adat tetap menjadi pedoman kehidupan di nagari dan adanya peran pemuda dalam pelestarian adat ini,” kata Kadis Ronald Bernando, SIP.,M.Si.
Sebagai narasumber utama pelatihan ini adalah Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Pesisir Selatan Drs. H. Syafrizal Ucok, MM Dt. Nan Batuah, dengan moderator Kabid Kebudayaan Disparbudpora Maidin.
Menurut Syafrizal Ucok Dt. Nan Batuah, landasan nilai Adat Minangkabau adalah filosofi ABS-SBK, kemudian nilai-nilai musyawarah, mufakat dan gotong royong serta kepemimpinan nob-formal di dalam nagari Tungku Tigo Sajarangan yaitu Ninik Mamak, Alim Ulama dan Cadiak Pandai.
Peran Ninik Mamak adalah menjaga adat dan membimbing kaum. Membina kemenakan dalam adat, agama dan menjadi teladan serta penengah dalam penyelesaian konflik dalam nagari.
Dari kiri ke kanan : Kabid Kebudayaan Maidin (moderator), Mulyadi, A.Md (Anggota DPRD Pesisir Selatan) dan Drs. Syafrizal Ucok, MM Dt. Nan Batuah (Ketua LKAAM Pessel)
“Ninik Mamak menjaga kaumnya, menjaga kemenakannya dan menjaga tanah ulayatnya. Bersama dengan perangkat adatnya serta Bundo Kanduang adalah untuk berjalannya nilai-nilai adat dalam kehidupan sehari-hari di dalam kaumnya,” kata Drs. Syafrizal Ucok, MM Dt. Nan Batuah, yang juga mantan Wabup Pessel periode 2005-2010.
Dalam upaya menjadikan pemuda sebagai penerus pelestarian adat di nagari ini maka Ninik Mamak harus melibatkan pemuda dalam berbagai kegiatan adat untuk mewariskan petuah-petuah adat, tradisi, kesenian, dan pengetahuan adat.
Sebab saat ini serangan budaya negatif kepada generasi muda di nagari sangat tinggi, seperti perilaku LGBT, Narkoba, judi online, kekerasan dan perilaku kriminal lainnya, yang seluruhnya harus menjadi fokus perhatian dari Ninik Mamak dan seluruh stakeholder di nagari.
“Dalam mewujudkan nagari yang berlamdaskan ABS-SBK dan masyarakat yang beradat serta sejahtera, perlu dihidupkan forum kolaborasi di nagari, yang melibatkan niniak mamak, pemuda, bundo kanduang, KAN, pemerintah nagari, serta mengadakan secara berkala kembali pendidikan adat dan dialog antargenerasi,” kata Syafrizal Ucok Dt. Nan Batuah.
Pelatihan Tokoh Masyarakat ini ditutup oleh Anggota DPRD Pesisir Selatan Mulyadi, A.Md., dengan menyerahkan sertifikat secara simbolis kepada perwakilan peserta pelatihan. (gk)




















