Pesisir Selatan, PilarbangsaNews
Anggota DPR/MPR RI Komisi VIII Fraksi NasDem Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, S.E., MMTr, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR yang mengangkat tema “Pers Berintegritas, Demokrasi Bermartabat, Indonesia Bersatu”, Senin (2/11/2026).
Menurut Lisda Hedrajoni, di tengah derasnya arus informasi dan maraknya penyebaran kabar bohong di media sosial, insan pers dituntut semakin teguh menjaga integritas dan profesionalisme.
“Pers tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam merawat persatuan, mengawal demokrasi, serta memastikan suara masyarakat sampai kepada para pemangku kebijakan,” tegas Lisda.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran insan pers dalam mengamalkan nilai-nilai empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Ditegaskan Lisda Hendrajoni bahwa wartawan memiliki posisi strategis dalam membentuk pola pikir masyarakat. Informasi yang disampaikan melalui pemberitaan bukan sekadar rangkaian kata, melainkan memiliki pengaruh terhadap cara masyarakat memahami dan menyikapi berbagai persoalan.
Karena itu, menurutnya, masyarakat sangat membutuhkan kehadiran pers yang dapat dipercaya. Kepercayaan tersebut harus dibangun melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, terverifikasi, dan tidak memotong informasi dari konteks persoalan yang sebenarnya.
“Kepada masyarakat juga diminta jangan membiasakan hanya membaca judul. Jangan membaca setengah-setengah. Kita harus memahami persoalan secara utuh agar informasi yang didapat benar-benar dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Lisda.
Ia menilai, wartawan pada dasarnya memiliki bekal pengetahuan yang luas karena profesi tersebut menuntut mereka untuk terus membaca, menggali informasi, turun ke lapangan, serta mengikuti perkembangan berbagai peristiwa. Namun, keluasan wawasan itu harus dibarengi integritas, ketelitian, dan tanggung jawab moral.
Lebih dari sekadar menyampaikan kabar, Lisda berharap insan pers mampu menjadi kekuatan yang mempersatukan masyarakat. Ia mengingatkan agar wartawan tidak ikut memperkeruh suasana melalui informasi yang belum terverifikasi maupun pemberitaan yang berpotensi menggiring opini dan memecah belah.
Perhatian Lisda juga tertuju pada fenomena media sosial yang belakangan kerap menjadi ruang penyebaran informasi provokatif. Tidak jarang, kabar yang belum jelas kebenarannya justru berkembang menjadi tuduhan, saling menyalahkan, hingga memicu perselisihan di tengah masyarakat.
“Walaupun sekarang sudah ada AI, dalam pembuatan berita tentu harus tetap dikonfirmasi. Jadikan AI sebagai asisten, jangan sampai kita yang dijadikan asisten. Wartawan tetap harus melakukan verifikasi dan memastikan informasi yang disampaikan benar dan berimbang,” ucapnya.
Lisda juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi, profesionalisme, serta mematuhi kode etik jurnalistik. Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal utama pers yang harus dirawat melalui konsistensi dalam menghadirkan informasi yang akurat dan bertanggung jawab.
Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua PWI Sumbar, PWI Pessel, insan pers dan LSM Se-Kabupaten Pesisir Selatan. (ori)
