Web Hosting
Web Hosting
Berita

Ny. Nia Jon Firman Pandu Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di Paninggahan

×

Ny. Nia Jon Firman Pandu Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di Paninggahan

Sebarkan artikel ini

Kabupaten Solok, PilarbangsaNews

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si., memberikan edukasi dan sosialisasi tentang pencegahan kekerasan terhadap anak dan perilaku perundungan (bullying) kepada para pelajar di Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Selasa (27/10/2026).

 

 

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi pelajar tentang pentingnya cara cara dalam bergaul yang sehat, yaitu saling menghargai, santun dalam bertutur serta menghindari berbagai bentuk kekerasan dan perundungan yang dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan mental, pendidikan, dan masa depan anak bangsa.

 

Acara tersebut juga hadir Kepala DPPKBP3A Kabupaten Solok, Camat Junjung Sirih, Plt. Wali Nagari Paninggahan, serta para guru dan pelajar dari tingkat SMP dan SMA se-Kecamatan Junjung Sirih.

 

Ny. Nia Jon Firman Pandu tidak semata memberikan edukasi secara lisan, melainkan membangun interaksi secara langsung dengan pelajar yang hadir. Pendekatan ini dilakukan agar siswa lebih mudah memahami berbagai bentuk perilaku negatif yang dapat terjadi di lingkungan pergaulan, baik secara langsung maupun melalui media digital.

 

Ia lebih menekankan bahwa pencegahan perundungan dan kekerasan terhadap anak membutuhkan perhatian serta keterlibatan semua pihak, terutama orang tua, tenaga pendidik, pemerintah nagari, dan masyarakat.

 

Menurutnya, perkembangan teknologi dan pesatnya penggunaan media sosial membawa tantangan tersendiri bagi generasi muda. Penggunaan telepon genggam atau gadget yang telah menjadi bagian dari kebutuhan sehari-hari pelajar perlu diimbangi dengan pengawasan dan pemahaman yang baik agar tidak disalahgunakan.

 

“Penggunaan gadget atau HP sudah menjadi bagian dari kebutuhan siswa. Namun, penyalahgunaannya, termasuk pengaruh konten negatif di media sosial, dapat memicu perilaku yang tidak baik. Hal ini harus menjadi perhatian bersama, terutama bagi orang tua dan tenaga pendidik, agar anak-anak kita tidak terjerumus dalam perilaku negatif,” jelasnya.

 

Selain membahas pencegahan kekerasan dan perundungan, ia juga mengingatkan para pelajar mengenai dampak buruk pernikahan dini atau pernikahan di bawah umur. Menurutnya, pengawasan terhadap pergaulan anak harus dilakukan secara bersama-sama, mengingat berbagai tantangan sosial saat ini dapat memengaruhi perkembangan dan masa depan generasi muda.

 

“Jangan sampai hal-hal seperti ini terjadi di lingkungan kita, Ini merupakan kewajiban kita bersama untuk melindungi dan menjaga generasi penerus bangsa,” tegasnya.

 

Ny. Nia Jon Firman Pandu juga mengajak para pelajar untuk mulai membangun masa depan dengan menentukan pilihan pergaulan yang positif, meningkatkan kedisiplinan, serta menjauhi berbagai perilaku yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

 

Ia mengingatkan agar para siswa tidak terjerumus dalam pergaulan bebas, tawuran, penyalahgunaan narkoba, maupun tindakan negatif lainnya yang dapat menghambat pencapaian cita-cita.

 

“Saatnya anak-anak semua mulai menata masa depan. Pahami mana pergaulan yang baik dan mana yang buruk. Jangan sampai terjerumus ke dalam hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan dan menghambat pencapaian cita-cita. Banggakan orang tua dan jadilah generasi yang membanggakan keluarga,” tambahnya.

 

Melalui kegiatan edukasi dan sosialisasi ini, diharapkan para pelajar semakin memahami pentingnya menghormati sesama, berani menolak segala bentuk perundungan, serta membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak. (Syam)