Tanah Datar, PilarbangsaNews
Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, mengawal alokasi anggaran Rp93,2 miliar untuk penanganan lima ruas jalan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD). Program tersebut mencakup tiga ruas jalan provinsi dan dua ruas jalan kabupaten.
Zigo meninjau lokasi kegiatan tersebut saat melaksanakan reses perseorangan Masa Sidang I Tahun Sidang 2026–2027, Jumat (23/10/2026). Ia juga mengikuti pemaparan program pembangunan bersama pemerintah daerah di Kantor Bupati Tanah Datar.
Menurut Zigo, program IJD menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur daerah. Penanganan jalan diharapkan meningkatkan kualitas akses masyarakat serta memperlancar mobilitas dan konektivitas antarwilayah.
“Terdapat lima titik kegiatan Inpres Jalan Daerah di Tanah Datar, dengan total anggaran sekitar Rp93 miliar. Tiga ruas jalan provinsi dan dua ruas jalan kabupaten,” kata Zigo.
Dalam kunjungan tersebut, Zigo menerima laporan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, mengenai rencana penanganan kelima ruas jalan tersebut.
Elsa menjelaskan, usulan kegiatan berasal dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. BPJN kemudian mengevaluasi usulan secara berjenjang, mulai dari tingkat balai hingga direktorat, sebelum pembahasan dan finalisasi bersama kementerian terkait serta Komisi V DPR RI.
“Untuk Kabupaten Tanah Datar, terdapat lima kegiatan dengan total alokasi anggaran sebesar Rp93,2 miliar,” ujar Elsa.
Lima kegiatan tersebut meliputi preservasi Jalan Simpang Bukit Gombak–Simpang Piliang–Batusangkar–Simpang Padang Siminyak sepanjang 5,8 kilometer dengan anggaran Rp18,1 miliar.
Selanjutnya, preservasi Jalan Batusangkar–Simpur–Sungayang sepanjang 5,5 kilometer mendapat alokasi Rp17,2 miliar.
Pada ruas jalan provinsi, pemerintah mengalokasikan Rp20,3 miliar untuk penanganan Jalan Simpang Baso–Piladang sepanjang 1,8 kilometer.
Pemerintah juga mengalokasikan Rp18,2 miliar untuk preservasi Jalan Guguk Cino–Sitangkai sepanjang 2,48 kilometer. Sementara itu, kegiatan kelima mencakup preservasi Jalan Batas Batusangkar (Bukit Gombak)–Guguk Cino.
Zigo menekankan pentingnya pelaksanaan program tersebut agar manfaat pembangunan dapat segera dirasakan masyarakat. Ia berharap peningkatan kualitas jalan dapat memperlancar perjalanan warga dan mendukung aktivitas perekonomian daerah.
Berdasarkan laporan BPJN, kelima kegiatan itu masih menjalani proses pengadaan melalui tender dan mini kompetisi. Pelaksanaannya direncanakan menggunakan skema kontrak tahun jamak atau multiyears contract.
Elsa menjelaskan, skema tersebut dipertimbangkan karena waktu pelaksanaan efektif pada tahun anggaran berjalan cukup terbatas. BPJN juga masih menyelesaikan administrasi dan perizinan yang diperlukan.
“Apabila seluruh proses administrasi selesai, kami memperkirakan pekerjaan fisik dapat dimulai pada akhir November,” kata Elsa.
Zigo berharap seluruh tahapan berjalan sesuai rencana sehingga masyarakat Tanah Datar dapat menikmati jalan yang lebih baik. Ia juga mendorong koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar pelaksanaan program berjalan lancar.
Sementara itu, Elsa meminta dukungan masyarakat selama pekerjaan berlangsung. Aktivitas konstruksi berpotensi menyebabkan penyempitan jalan sehingga pengaturan lalu lintas secara bergantian mungkin diperlukan.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Kepala BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandi, Kepala BWS Sumatera V Padang Reski Wahyudi, Kepala Balai Cipta Karya Sumatera Barat Maria Doeni Isa, anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Yogi Pratama dan Zuldafri Darma, Ketua DPRD Kabupaten Tanah Datar Anton Yondra, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar Abdurrahman Hadi. (Gilang)


















