Web Hosting
Web Hosting
Artikel

Galodo Arosuka Dari Pandangan Topografi Alam dan Tipe Tanah

×

Galodo Arosuka Dari Pandangan Topografi Alam dan Tipe Tanah

Sebarkan artikel ini

Oleh : Zulvarita Syaf, S.P (Alumni Universitas Eka Sakti)

Dilihat dari topografinya, kawasan Arosuka adalah daerah lembah sempit di kaki Gunung Talang, dengan ketinggian 400 – 600 mdpl (daratan sedang). Posisinya diapit oleh Gunung Talang (2.597 Mdpl) di barat dan bukit barisan/gunung rasan di timur.

 

 

Bentuk lembahnya memajang dari utara-selatan di tengahnya ada Sungai Batang Lembang dan Sungai Batang Barus/Batang Laso. Kemiringan pada Komplek Kantor Bupati Solok (Arosuka) adalah lereng 15-40% (miring-sangat curam), perbukitan terjal di belakang Kantor Bupati dengan kemiringan besar dari 40% sudah gundul banyak kebun sayur ini merupakan sumber lonsor yang sewaktu-waktu bisa menghantam.
Kalau kita lihat dari tipe tanah Arosuka, ada beberapa tipe tanahnya :

 

1. Andosol (80%) paling luas : tersebar di Kayu Aro, Gunung Talang dan sekeliling komplek kantor bupati tanahnya gembur ringan dari abu vulkanik Gunung Talang, pHnya 5,7 bahan organik tinggi (aslinya) serapan air kuat, ini yang membuat tanahnya subur tetapi tanah ini rawan longsor.

 

2. Inseptisol (15%) campuran andosol muda di lereng kaki bukit di peralihan antara lereng curam ke dataran Arosuka.

 

3. Entisol (15%) di dataran Arosuka sepanjang Sungai Batang Barus dan Batang Lembang, tanah ini hasil endapan sungai berupa pasir, lumpur dan kerikil. Sekarang bertambah tebal karena tertimbun material galodo.
Setelah kita lihat topografi dan jenis tanah di sekitar Kantor Bupati Solok, maka area tersebut adalah area rawan terhadap bencana alam karena :

 

Andosol itu adalah tanah yang ringan dan gembur seperti busa, kalau dalam keadaan kering berat jenisnya cuma 0,5 – 0,8 g/m3, pada saat hujan lebat dan jenuh air bisa menyerap air 150 – 200% bobotnya maka tanahnya bisa jadi bubur maka dengan kelerangan besar dari 40% di belakang kantor bupati dan dengan lahan yang sudah rusak oleh perladangan masyarakat ini yang mengakibatkan terjadinya longsor.

 

Tanah andosol tidak kuat atau tidak tahan dengan bangunan berat karena daya dukungnya rendah, kalau membuat bangunan dua lantai maka pondasi bangunan harus dalam sampai pada tanah yang keras lebih kurang 2 meter dalamnya pondasi bangunan tersebut.

 

Tanah andosol cepat kering dan tidak tahan untuk penyimpanan air saat kemarau, pada musim hujan pori-pori tanahnya cepat penuh air tanah bisa jadi bubur, dan pada musim kemarau air cepat hilang kebawah, maka petani saat kemarau harus menyiram tanaman mereka.

 

Andosol mempunyai sifat kimia jerat posfor (P), andosol mempunyai mineral alofan dan imogolit yang mengikat posfor sangat kuat. Jika memberikan pupuk P ke tanah maka tidak semuanya terserap, hanya 10-20% yang terserap sisanya terikat di tanah sehinga boros dalam pemakaian pupuk untuk pertanian.

 

Bahan organik cepat hilang kalau tanah andosol dibuka terus menerus jadi lahan pertanian tanpa pemberian kompos sehingga tanah kehilangan daya rekatnya dan makin mudah pecah.

 

Erosi tanah andosol sangat cepat, laju erosi andosol tanpa vegetasi bisa mencapai 50-100 ton/ha/tahun, sekali hujan deras lapisan subur bisa hilang 1 cm dalam 1 jam padahal untuk membentuk lapisan ini butuh waktu 100 tahun.

 

Remah dan mudah padat, jika tanah andosol sering di injak oleh alat berat maka pori2 tanahnya mudah hilang sehingga air tidak masuk lagi kedalam tanah dan memperbanyak aliran permukaan (run off).

 

Dan dari segi topografinya, Arosuka itu topografinya :

 

Topografi Arosuka itu termasuk yang berbahaya, diatasya gunung talang yang curam dan hutannya sudah banyak yang dibuka untuk perladangan masyarakat, seperti jadi kebun kentang, bawang dan lain-lain sehigga air tidak sempat lagi meresap ke dalam tanah.

 

Kantor bupati berada pada lembah sempit sehingga kalau terjadi intensitas hujan yang tinggi aliran airnya kearah komplek perkantoran dan sungai yang ada di sekitar aro suka hulunya berada di kaki Gunung Talang.

 

Daerah Arosuka adalah daerah resapan air hujan, tetapi Jika memang terpaksa juga mendirikan bangunan di daerah yang bertipe tanah andosol dan mempunyai topografi dengan kelerengan besar dari 40% tersebut, ada beberapa hal yang harus dilakukan :

 

1. Cek tanahnya terlebih dahulu seperti Bor sundir dan boring SPT (bor 4 titik sampai kedalaman 10-15 meter, cari tanah kerasnya, kalau tidak bangunan bisa amblas

 

2. Tes labor (cek kadar air tanahnya, berat jenis, kuat geser. Tanah Andosol normal kadar airnya 80-120% kalau sudah diatas ini berarti sudah kritis jenuh.

 

3. Pondasi pada tanah andosol yang dikelerengan harus sampai pada lapisan tanah yang kerasnya.

 

4. Perkuat lereng untuk daerah Arosuka maka perlu dibuat antara lain terasering/bench dan tiap teras diberi drainase, dinding penahan tanah (retaining wall) yaitu beton bertulang seperti kalau dibelakang perkantoran bupati dibuat beton bertulang dengan ketinggian 3-4 m dengan lobang air (weep hole) setiap 2 meter, dan aliran sungainya dibuat beronjong batu, tanaman penguat daerah di belakang kantor bupati yaitu dengan tanaman yang mempunyai panjang akar 3 meter tahan longsor, tanam rumput vetiver, ditanam juga contohnya pohon suren, pinus, kopi jangan tanaman kebun sayur.

 

5. Pengaturan air paling penting atara lain drainase sekeliling gedung harus lancar, semua air hujan harus mengalir ke sungai jangan meresap ke gedung, saluran lereng (catch drain) diatas pekantoran buat parit besar untuk memotong aliran air dari hulu gunung talang sebelum sampai ke perkantoran, buat sabo dam/check dam, di hulu sungai Batang Laso dibuat sabo dam dan juga buat beronjong untuk tahan batu dan lumpur

 

6. Perbaiki tanahnya. Tanah andosol asli jangan dipakai urugan. Ganti dengan pasir batu dipadatkan lapis perlapis, beri kapur dolomit, andosol asam kasih dolomit 2 ton/ha biar stabil dan tidak mudah mencair, jangan bangun dijalur sungai purba, mundurkan bangunan minimal 20 m dari bibir Sungai Batang Barus/Batang Laso karena itu jalur galodo.

 

Untuk perkantoran di tanah andosol yang berada pada kelerengan maka perlu penanaman pohon yang dapat menyerap air dengan baik di setiap 100 m2 harus ada 1 tanaman pohon besar. Halaman perkantoran tidak boleh di cor tetapi di pakai vaping block yang berpori supaya air banyak meresap kedalam tanah.

 

*) Isi tulisan sepenuhnya tanggungjawab penulis